Tempuh Perjalanan 5 Hari, Dua Gajah Gembira Loka Tiba di Kalimantan

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Jum'at, 21 Agustus 2026 19:47 WIB
Tempuh Perjalanan 5 Hari, Dua Gajah Gembira Loka Tiba di Kalimantan

Dua gajah sumatra, Deo dan Sinta berada di rumah baru mereka di Tabang Zoo, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ist/ Dok. BKSDA Jogja

Harianjogja.com, JOGJA— Setelah menempuh perjalanan lima hari melalui jalur darat, laut, hingga sungai, dua gajah sumatera, Deo dan Sinta, akhirnya tiba di rumah baru mereka, Tabang Zoo, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Keduanya yang sebelumnya dirawat di Gembira Loka Zoo Jogja tiba pada Selasa (18/8/2026) malam dalam kondisi sehat.

Deo yang berusia 35 tahun dan Sinta berumur 36 tahun tiba di kandang Tabang Zoo sekitar pukul 22.57 WITA. Pemeriksaan langsung dilakukan setelah keduanya diturunkan dari kendaraan dan tidak ditemukan tanda-tanda stres yang mengkhawatirkan.

Pemindahan Deo dan Sinta merupakan bagian dari penataan pengelolaan satwa dilindungi. Proses tersebut melibatkan koordinasi Balai KSDA Yogyakarta dan Balai KSDA Kalimantan Timur dengan mempertimbangkan kondisi gajah, kapasitas fasilitas, serta pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan satwa.

Translokasi Disiapkan Sejak 2025

Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Darmanto, mengatakan rencana perpindahan Deo dan Sinta telah dipersiapkan sejak 2025. Tabang Zoo dipilih bukan semata-mata karena faktor jarak, tetapi juga berdasarkan kemampuan pengelola dalam menyediakan fasilitas dan perawatan yang sesuai.

"Translokasi satwa merupakan bagian dari pengelolaan satwa secara bertanggung jawab. Sebelum dilakukan, ada pemeriksaan, koordinasi, dan verifikasi bersama untuk memastikan keamanan, kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan satwa," kata Darmanto dalam rilis yang diterima, Jumat (21/8/2026).

Deo dan Sinta sebelumnya berasal dari Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Keduanya kemudian dititiprawatkan di Gembira Loka Zoo sejak 30 September 2024 setelah Balai KSDA Jawa Tengah menyerahkannya kepada Balai KSDA Yogyakarta.

Sejak awal, status penitipan tersebut dirancang bersifat sementara. Ketika itu, Gembira Loka Zoo juga mengelola 12 gajah sumatera.

Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penataan populasi gajah. Evaluasi tetap memperhitungkan kapasitas fasilitas, kebutuhan setiap individu, serta prinsip five freedoms dan five domains dalam kesejahteraan satwa.

Tabang Zoo Diverifikasi Sebelum Jadi Rumah Baru

Sebelum diputuskan sebagai lokasi tujuan, kesiapan Tabang Zoo terlebih dahulu diverifikasi. Pemeriksaan pada April 2026 meliputi keamanan kandang, fasilitas pendukung, sumber daya manusia, hingga tata kelola satwa.

Pengecekan akhir kemudian dilakukan pada 23 Mei setelah sejumlah sarana dan prasarana di Tabang Zoo disempurnakan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses memastikan kesiapan lokasi untuk menerima Deo dan Sinta.

Persiapan juga dilakukan terhadap orang-orang yang akan menangani kedua gajah tersebut. Mahout dan dokter hewan Tabang Zoo menjalani pembelajaran di Gembira Loka Zoo pada 12-25 Mei 2026.

Rizky, mahout yang selama ini merawat Deo dan Sinta, turut mendampingi keduanya selama masa transisi di lokasi baru.

Kondisi Deo dan Sinta Dipastikan Sehat

Dari sisi kesehatan, Deo dan Sinta telah menjalani pemeriksaan oleh dokter hewan dan dinyatakan sehat. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan gejala klinis penyakit menular yang menjadi perhatian, termasuk EEHV, PMK, dan surra.

Keduanya juga telah mendapatkan vaksin Tetanus Toksoid. Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum perjalanan menuju Tabang Zoo.

Perjalanan menuju Kalimantan dimulai dari Jogja pada Jumat (14/8/2026). Rombongan bergerak menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan KMP Drajat Paciran menuju Pelabuhan Bahaur, Kalimantan Tengah.

Setelah menempuh perjalanan darat melewati sejumlah wilayah Kalimantan, rombongan kembali menyeberang menggunakan kapal LCT dari Pelabuhan Kota Bangun selama sekitar tujuh jam. Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga akhirnya tiba di Tabang Zoo.

Pakan dan Kondisi Gajah Dipantau Sepanjang Perjalanan

Selama perjalanan lima hari tersebut, kebutuhan Deo dan Sinta dipantau secara terus-menerus oleh dokter hewan, mahout, keeper, dan petugas konservasi.

Pakan, air, waktu istirahat, serta perlindungan dari cuaca panas disiapkan selama perjalanan. Penyiraman berkala juga dilakukan untuk mencegah heat stress.

Setelah tiba di Tabang Zoo, keduanya akan menjalani pemantauan intensif selama masa adaptasi. Kondisi fisik dan perilaku gajah menjadi perhatian selama proses penyesuaian terhadap lingkungan baru.

Darmanto menegaskan keberhasilan translokasi tidak cukup diukur dari sampainya satwa di lokasi tujuan. Kemampuan Deo dan Sinta melewati perjalanan dengan aman serta menyesuaikan diri dengan lingkungan baru menjadi bagian penting dari keberhasilan proses tersebut.

"Yang paling utama adalah memastikan Deo dan Sinta melewati seluruh proses dengan aman dan dalam kondisi baik. Pendampingan mahout, dokter hewan, tenaga ahli, serta koordinasi antarinstansi diperlukan agar kesehatan dan kesejahteraan keduanya tetap terjaga," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online