BUS LISTRIK : Berbiaya Rp1,8 Miliar, Berkapasitas Penumpang 15 Orang

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Senin, 20 Mei 2013 16:13 WIB
BUS LISTRIK : Berbiaya Rp1,8 Miliar, Berkapasitas Penumpang 15 Orang

JIBI/Desi Suryanto Bus listrik bernama Hevina melaju di Jalan P. Senopati seusai diluncurkan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta bersama Gubernur DI. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di Taman Pintar Yogyakarta, Senin (20/05/2013). Bus bertenaga baterai dengan kapasitas penumpang 12 orang itu setelah diujicoba akan ditempatkan di Taman Pintar. Masyarakat dapat merasakan naik bus listrik tersebut dari Taman Pintar secara gratis d

JOGJA-Bus listrik yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Hevina resmi diuji coba di Taman Pintar. Bus ini dibuat dengan biaya Rp1,8 miliar dengan kapasitas penumpang 15 orang.

Rute yang akan dilalui bus listrik tersebut adalah dari Taman Pintar menuju ke kawasan Malioboro dilanjutkan ke Alun Alun Utara, Jalan Ibu Ruswo dan kembali ke Taman Pintar. Pengunjung bisa memanfaatkannya dengan gratis.

Bus listrik yang dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut memiliki kapasitas 15 penumpang ditambah sopir.

Kecepatan maksimal yang bisa dicapai oleh bus listrik tersebut adalah 100 kilometer per jam dan jarak yang bisa ditempuh maksimal per pengisian baterai adalah 150 kilometer asalkan tidak menyalakan penyejuk udara dan "power steering".

Peneliti LIPI sekaligus Koordinator Pengembangan Bus Listrik Abdul Hapid mengatakan, bus tersebut memiliki banyak keunggulan dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM), seperti perawatan yang mudah karena tidak perlu mengganti oli mesin atau suku cadang lain karena hanya membutuhkan penambahan air aki setiap 2.000 kilometer.

Selain itu, bus listrik tersebut tidak mebghasilkan emisi gas buang seperti kendaraan berbahan bakar minyak.

"Ketersediaan bahan bakar minyak yang semakin berkurang sehingga menyebabkan harganya semakin mahal juga bisa menjadi alasan perlunya kendaraan bertenaga listrik di masa yang akan datang," katanya.

Untuk mewujudkan bus listrik tersebut, LIPI membutuhkan biaya sekitar Rp1,8 miliar.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X berterima kasih karena Yogyakarta dipilih sebagai lokasi uji coba bus listrik tersebut.

"Kendaraan bertenaga listrik tersebut akan mendukung upaya pengurangan pencemaran udara. Lalu lintas di Yogyakarta sudah sangat padat sehingga polusi udara cukup tinggi. Kita memerlukan kendaraan seperti bus listrik ini," katanya.

Bus listrik tersebut rencananya akan diuji coba selama sekitar tiga bulan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online