Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
BANTUL-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) untuk mencegah adanya arak-arakan motor siswa seusai pengumuman Ujian Nasional (UN) 24 Mei nanti.
Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji Kadarmanta, Selasa (21/5) mengatakan pencegahan akan diserahkan kepala sekolah masing-masing. Tapi jika kepala sekolah tak bisa mengatasi, maka Dirlantas akan membantu.
"Dirlantas DIY juga sudah aktif berkoordinasi dengan kita sehingga nanti pada saat kelulusan akan mengatur jalan jika memang ada siswa yang dinyatakan lulus tetap melakukan konvoi," katanya.
Selain itu, kata dia, bila pihak sekolah tidak bisa mengatasi siswa untuk mencegah konvoi pascakelulusan, pihaknya juga sudah meminta kepolisian untuk terbuka memberi bantuan sekolah-sekolah yang dinilai terdapat siswa bandel.
"Memang tidak ada hukuman bagi siswa yang melakukan konvoi atau arak-arakan, namun jika mengarah pada perbuatan anarkis atau merusak tentu urusan pada polisi karena merupakan tindakan kriminal," katanya.
Sementara itu, terkait aksi coret-coret baju yang sudah menjadi tradisi para siswa, ia mengatakan, sebaiknya tidak dilakukan namun seragam bisa dikumpulkan untuk dibawa ke panti atau siapa yang membutuhkan.
"Pihak sekolah juga sudah kami minta, kalau ada siswa yang ingin melakukan coret-coret maka sekolah bisa meyediakan tembok dan kain untuk meluapkan ekspresi, karena kalau pada baju dan rambut kan sayang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.