Harga Emas Pegadaian 18 Mei 2026 Stabil, Cek Antam, UBS dan Galeri24
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
SLEMAN—Situs Tinjon yang berada di Perbukitan Seribu mulai diekskavasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Selasa (21/5). Situs yang terletak di Dusun Tinjon, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan ini termasuk jenis candi Hindu.
Berdasarkan pantauan Harian Jogja, lokasi Situs Tinjon berjarak tidak lebih dari satu kilometer dari Candi Ijo di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan dan sekitar dua kilometer dari Candi Boko.
Arsitektur bangunan pun nyaris sama dengan kedua candi tersebut. Tinjon menjadi salah satu situs candi yang ada keterkaitannya dengan sejumlah candi lainnya di Perbukitan Seribu.
Saat memasuki situs dari luar hanya tampak hutan dan semak belukar dengan tumbuhan jati berumur sekitar 10 tahun. Ada 23 orang yang melakukan ekskavasi. Mereka petugas dari BPCB Yogyakarta, arkeolog dan mahasiswa UGM serta warga setempat yang membantu penggalian.
Sembilan lubang dengan lebar tidak lebih dari dua meter dengan rata-rata panjang dua meter menjadi ciri ekskavasi yang dilakukan di pinggiran gundukan raksasa itu. Sembilan titik itu semuanya sudah memperlihatkan ciri candi dari segi bebatuannya seperti andesit.
Dari satu titik penggalian ke titik lainnya bebatuan saling terjalin dan menunjukkan bentuk dan jenis yang sama. Dengan demikian sudah dapat dipastikan bahwa lokasi itu adalah candi meski belum diketahui di mana lokasi pintunya. Gundukan tinggi tertutup tanah ada di bagian tengah lokasi ekskavasi.
"Ini memang terjalin jadi sudah dipastikan candi dengan luas 30 x 30 meter" ujar salah satu anggota tim.
Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB Yogyakarta, Wahyu Astuti mengatakan eskavasi lebih difokuskan pada pemetaan letak, asal batu, bentuk candi, denah, sebaran sudut candi, dan upaya pelestarian cagar budaya.
Pihaknya memastikan bahwa candi itu merupakan peninggalan Hindu atau Budha. Untuk mempermudah penggambaran candi, tim eskavasi melakukan pembongkaran pada sudut area candi. Sejumlah batu tercecer dan dibongkar kemudian diberi tanda nomor registrasi.
"Cara demikian agar saat dikembalikan ke lokasi penemuan, batu candi tertata seperti semula," kata dia melalui sambungan telepon.
Setelah ekskavasi awal selesai, maka direncanakan ekskavasi tahap kedua yang akan dilakukan Oktober 2013 mendatang. "Kami menunggu Oktober mendatang, karena biasanya banyak temuan baru. Kalau sudah tidak ada temuan baru, kami rencanakan untuk ekskavasi lanjutan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.