Duh, Diputus Sang Pacar, Perawat Ini Nekat Tenggak Racun

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Minggu, 09 Juni 2013 16:45 WIB
Duh, Diputus Sang Pacar, Perawat Ini Nekat Tenggak Racun

Ilustrasi bunuh diri (JIBI/Dok)

GUNUNGKIDUL-Diduga diputus cinta, Siti Fatimah, 22, warga Dusun Kwarasan, Desa Kedungkris, Kecamatan Nglipar nekat minum cairan pemutih pakaian (Baclyn), Minggu (9/6/2013).

Beruntung nyawa, perempuan yang berprofesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit Wonosari ini bisa diselamatkan. Hingga sore ini, perempuan tersebut masih dirawat di RSUD Wonosari.

Sang pacar, Ade Alvian, 21, warga Desa Katongan Nglipar mengatakan, percobaan bunuh diri itu dilakukan di rumah Ade sekitar pukul 13.30 WIB.

"Sebelum itu kita sudah BBM-an bubaran, di BBM dia nerima gak apa-apa" katanya.

Setelah komunikasi via Blabberry Messanger, Fatimah datang ke rumah Ade membawa cairan baclyn dalam botol.

"Saya tidak tahu kalau dia bawa baclyn" ucap Ade.

Dihadapan Ade cairan Baclyn tersebut langsung ditenggak setengah botol. Namun sebelum Ade mencegah, Fatimah langsung tergeletak tak sadarkan diri. Melihat kondisi pacar yang baru diputus itu tergeletak, Ade teriak minta bantuan warga unntuk dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) korban dirawat inap di ruang Anggrek 9 RSUD Wonosari.

Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online