RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
GUNUNGKIDUL-Ratusan hektare lahan tembakau di Desa Wareng, Kecamatan Wonosari dan Desa Pampang, Kecamatan Paliyan terendam air sepekan terakhir. Akibatnya puluhan ribu batang tanaman tembakau membusuk.
Salah satu petani di desa Wareng, Warto Utomo, 55, sejatinya musim kemarau saat ini sangat ideal untuk tanaman tembakau. Namun, karena tingginya curah hujan membuat tembakau yang ditanam di lahan seluas 800 meter persegi mati.
“Ya tidak ada yang bisa diselamatkan, membusuk semua,” katanya saat ditemui di lahan tembakau, Senin (10/6/2013).
Warto mengungkapkan pihaknya terpaksa harus mencabuti tembakau yang ada. Langkah itu dilakukan setelah akar tanaman tersebut membusuk akibat terendam air.
Petani lainnya, Wasiran juga mengalami nasib serupa. Dia mengungkapkan sebanyak 20.000 batang tanaman tembakau miliknya membusuk. Selain tanaman di tempatnya, kondisi serupa juga dialami petani lainnya.
“Bukan tembakau saya aja yang pada mati, banyak tempat lainnya juga mati,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Penataan kawasan ibu kota Kabupaten Gunungkidul di Wonosari belum dilanjutkan karena keterbatasan anggaran dan prioritas infrastruktur.
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Pemerintah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama 2027. Simak daftar tanggalnya untuk merencanakan liburan dan cuti.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak tercatat di Bantul hingga Juli 2026. Kekerasan verbal menjadi salah satu kasus dominan.
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.