PELURU NYASAR DI PERMUKIMAN : Warga Trauma dan Masih Ketakutan

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 02 Juli 2013 14:21 WIB
PELURU NYASAR DI PERMUKIMAN : Warga Trauma dan Masih Ketakutan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Insiden “hujan” peluru nyasar di tengah pemukiman warga Gading, Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul Senin (1/7/2013) membuat warga was-was. Mereka masih ketakutan terutama anak-anak dan perempuan.

Tutik, 43, salah satu warga RT 05 RW 04 Dusun Gading IV mengaku tidak bisa tidur karena masih teingat peluru yang menyasar rumahnya. “Masih takut, hati saya masih dredeg,” Ucapnya, Selasa (2/7/2013).

Saat kejadian Tuti sedang berada dalam rumah. Peluru menghujam rumahnya melalui genting hingga bolong. Perasaan yang sama juga diungkapkan Wasiran, 57. Peluru berukuran 12,7 milimeter dari senjata mesin berat (SMB) menembus pintu kayu yang tebalnya sekitar 5 sentimeter.

Menurut Wasiran, selain dirinya, ada 22 rumah yang mengalami kerusakan akibat hujaman peluru instruktur latihan TNI Angkatan Udara di Lapangan Tempur Kemuning Patuk. Rata-rata kerusakan dibagian genteng, dinding, dan pintu.

“Semuanya sudah dibantu oleh TNI Rp10 juta. dan hari ini sudah mulai perbaiki kerusakannya,” katanya.

Wasiran menambahkan, insiden peluru nyasar tersebut sudah tidak ada masalah dan aktivitas warga juga sudah kembali normal seperti biasa. Namun bagi anak-anak dan perempuan ada yang amsih trauma.

“Di wilayah saya peluru yang ditemukan ada 15 dan sudah saya serahkan kepada komandan TNI,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online