Daging Sapi Impor Tak Laku di Pasar Tradisional Jogja

Minggu, 21 Juli 2013 14:25 WIB
Daging Sapi Impor Tak Laku di Pasar Tradisional Jogja

An Afghan child sells raw meat in an improvised street shop in Kabul December 14, 2002. REUTERS/Radu Sigheti

Harian Jogja.com, JOGJA - Konsumen daging sapi di Kota Jogja lebih memilih daging sapi lokal karena kondisinya segar dibandingkan dengan yang impor dan melalui proses pendinginan.

Penjual daging sapi di Pasar Beringharjo, Wal mengatakan konsumen daging sapi di Jogja mayoritas adalah pedagang bakso daging, soto dan rumah makan. "Mereka sangat jarang memilih daging impor," katanya, Minggu (21/7/2013).

Daging impor, kata dia, biasanya hanya dijual di supermarket, dan digunakan oleh hotel-hotel, rumah makan cepat saji.

"Kalau konsumen lokal, tidak akan memilih daging sapi impor. Pernah, kami menjual daging impor, malah tidak laku. Sapi impor itu hanya menguntungkan supermarket dan hotel, bukan konsumen lokal," tambahnya.

Dia mengatakan, permintaan daging sapi cukup tinggi. Pada Ramadan ini, rata-rata per hari sekitar dua kuintal, sedangkan pada H-2 Lebaran dan H+7 Lebaran, permintaan di atas empat kuintal.

Kepala Disperindagkop dan UKM DIY, Riyadi Ida Bagus sebelumnya mengatakan pihaknya pesimistis harga daging sapi akan mengalami penurunan meski sudah ada sapi impor.

"Sejak sembilan bulan terakhir, harga daging sapi stabil tinggi di atas Rp90 ribu per kg," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online