Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Tidak ada lagu yang dinyanyikan. Tidak ada alat musik yang dimainkan. Febri Setiyanto Sukanjaya, 9, tiba-tiba menyodorkan plastik merek permen kepada pria paruh baya yang sedang makan di pojok Alun-alun Gunungkidul, Jumat (19/7/2013).
Setelah diberi uang pecahan Rp1.000, Febri melanjutkan langkah ke warung makan lainnya. Kerjaannya sama, hanya menyodorkan plastik untuk diisi uang.
Bocah seusia sekolah dasar itu ternyata sudah lebih dari setahun mengamen di sekitar Alun-alun. Terlebih, saat Ramadan, Febri makin giat ke Alun-alun ketika magrib sampai malam.
“Tiap hari begini [mengamen], uangnya buat beli baju Lebaran,” ucap Febri saat ditemui Harian Jogja, Jumat (19/7/2013).
Untuk mendapatkan uang, dia cukup bermodal plastik, lalu mendatangi orang-orang yang sedang makan atau nongkrong. Dia akan berdiri terus sebelum diberi uang atau memberi kode tidak bisa memberi.
Pekerjaan seperti itu terus dia lakukan setiap malam. Siang harinya dia harus membantu orangtua memilah rosok. Praktis, hampir tidak ada waktu untuk bermain bersama teman sebaya. Febri keluar saat naik kelas dua di SD di Wonosari, sekitar dua tahun lalu, karena berkelahi dengan teman.
Luka gigitan akibat perkelahian itu bahkan masih membekas di pelipis kanan. Parahnya, psikologisnya pun terganggu. Febri merasa takut ketika masuk kelas atau melihat anak berseragam merah putih. “Takut ketemu teman-teman” kenangnya.
Febri kini hanya berpikir mencari uang untuk jajan dan membantu kedua orangtua.
Lain dengan Febri, kakak perempuannya Setiana Rosita, 17, berhasil menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Namun, setelah lulus beberapa waktu lalu, Rosita juga tidak ingin melanjutkan sekolah. Dia memilih untuk bekerja membantu orangtuanya.
Suyatin, 50 dan Tuyem, 39, kedua orangtua Febri dan Rosita, mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan anak-anaknya yang tidak ingin bersekolah. “Saya sudah berusaha memaksa sekolah tapi ya tidak mau,” ucap Suyatin, saat ditemui di rumahnya.
Padahal, jika anaknya mau sekolah, orangtua bersedia pinjam uang ke siapapun untuk biaya sekolah.
Meski tidak sekolah Suyatin tetap mengawasi perkembangan anak-anaknya. Bahkan dia akan mencari anaknya jika lebih dari pukul 21.00 WIB belum pulang. Ia tidak ingin akanya hidup dari jalan ke jalan. Untuk bekal kehidupan Febri, Suyatin akan mengajarkan anaknya dengan kemampuan merakit radio.
Suyatin sempat mahir merakit radio namun gangguan penglihatan memaksa dia beralih menjadi pencari barang rosok. Suyatin tidak menginginkan anaknya bekerja seperti dia. Keluarga Suyatin tinggal di Pasar Besole Wonosari.
Mengontrak kios berukuran 3x4 yang sudah tidak digunakan sejak 10 tahun lalu. Kios tersebut disewa Rp600.000 selama setahun dengan diangsur berkali-kali pembayaran. Selama itu pula tidak pernah mendapat bantuan apa pun, baik jaminan kesehatan maupun bantuan kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.