RELAWAN WANITA : Lima Kali Naik Merapi, Pembuka Semak Belukar

Sunartono
Sunartono Selasa, 20 Agustus 2013 11:18 WIB
RELAWAN WANITA : Lima Kali Naik Merapi, Pembuka Semak Belukar

Endang Sri Rejeki, satu-satunya relawan wanita yang membantu mencari Ebrehnin Yevgeniv, pendaki Rusia, hingga sebanyak lima kali pendakian.

Bagaimana kisahnya, berikut laporan wartawan Harian Jogja, Sunartono.

Operasi pencarian pendaki Rusia, Ebrehnin Yevgeniv digelar oleh ratusan relawan dari berbagai elemen di DIY, Senin (12/8/2013) memberikan pelajaran tersendiri. Keteguhan dan ketulusan hati mencari sangat dibutuhkan dari jiwa setiap relawan.

Tak hanya itu, fisik juga menjadi keharusan dimiliki relawan agar tidak membebani relawan lain saat menggelar operasi. Adalah Endang Sri Rejeki, remaja mungil yang masih aktif sebagai Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Mercu Buana Yogyakarta salah satunya.

Dia terlibat dalam operasi pencarian pendaki Rusia, Yevgeniv. Ia mulai bergabung dengan relawan sejak hari pertama operasi digelar.

Wanita dengan tinggi sekitar 165 sentimeter ini ikut sebanyak lima kali pendakian dalam operasi. Hanya orang yang memiliki pengalaman khusus yang mampu mendaki setiap hari tanpa henti.

Bahkan dalam operasi di hari terakhir, Endang sapaan akrabnya, mendaki sebanyak dua kali. Saat pagi hari kemudian turun siangnya. Karena ada informasi diketemukan Kamis (15/8) sorenya, ia kembali naik bersama tim penjemput.

Informasi diketemukannya Yevgeniv membuatnya kian bersemangat. Operasi yang digelar selama empat hari membuahkan hasil. Tidak ada yang sia-sia dari sebuah usaha.

Selama lima kali pendakian, Endang bergabung dengan Search Rescue Unit (SRU) I, III, IV, XII, dan XIII. Selama itu pula Endang dikenal sebagai srikandi pembuka semak belukar. Karena ia bertugas sebagai navigator dalam operasi tiap SRU yang diikuti.

Adapun jalur operasi yang dilalui bukanlah jalur pendakian umum. Sehingga Endang harus profesional dan tepat dalam memutuskan arah menuju titik pencarian dan kembali ke posko dengan benar.

"Saya anggota sekaligus navigator, membuka jalan baru karena yang dilalui semak," ujar Endang kepada Harian Jogja pekan lalu.

Selama melakukan pendakian lima kali tiap berturut-turut, kata Endang, capai memang sudah normal. Akan tetapi rasa capai itu bisa hilang karena tertutup oleh semangat dan panggilan hati untuk menolong secara ikhlas.

Modal ketulusan, keikhlasan itu baginya sangat berharga dalam memberikan pertolongan pada terduga survivor. Hal itu sekaligus menjadi pendorong agar fisik bisa kuat saat melakukan perjalanan. "Stamina harus bagus, logistik penting juga. Tapi tak kalah penting panggilan hati," kata dia.

Bagi Endang operasi pencarian terhadap Yevgeniv memberikan banyak pelajaran bagi tim relawan. Yakni memberikan hikmah bisa mempersatukan seluruh elemen relawan. Baik dari kepolisian, TNI, SAR dan lain-lain. Selain itu kembali memberikan refreshment bagi relawan dalam melakukan operasi pencarian.

Endang termasuk tim yang membawa serta terakhir kali pendaki Rusia itu tiba di Posko Darurat Kinahrejo, Kamis malam. Ia juga sempat berbincang dengan pria kelahiran Rodenesia. "Dia orangnya cerewet, jadi kalau sekali diajak omong, dia bicaranya lebih banyak," ujarnya saat menceritakan tentang pendaki Rusia itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online