Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Rantai Pasok SAF
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Ilustrasi kegiatan pelatihan kerja (JIBI/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan lembaga pelatihan dan kursus (LPK) di wilayah Jogja dinilai masih memiliki prospek yang bagus. Alasannya, selain menjadi salah satu kebutuhan, keberadaan LPK mampu menjawab kebutuhan masyarakat untuk bekerja.
Hanya, kata Direktur LPK Indocrew Jogja Natalina Primawati, masyarakat harus selektif memilih LPK. Menurut dia, sikap kritis masyarakat memilih LPK merupakan langkah untuk memproteksi kemungkinan yang tidak diinginkan. Apalagi, biaya yang dikeluarkan LPK tidak sedikit.
“Dengan iming-iming langsung kerja, banyak orang yang tertarik sehingga mengeluarkan dana besar. Tetapi, masyarakat harus pandai memilih LPK, jangan memilih yang instan. Pilih yang terdaftar resmi dan ketahui hak dan kewajibannya,” ungkap Natalina, Rabu (4/9/2013).
Dia mengatakan, penyerapan lapangan kerja via LPK sangat tergantung dari kesiapan dan kemampuan masing-masing siswa. Hal itu juga bergantung pada perusahaan yang membuka lowongan.
Selama kurun waktu Januari hingga September ini, lanjut Natalina, sebanyak 75 siswa LPK Indocrew diterima di perusahaan pelayaran untuk bekerja.
“Bahkan, saat masih belajar di LPK kalau memenuhi kualifikasi siswa bisa langsung bekerja. Jadi, dana pendidikan sekitar Rp8,5 juta di Indocrew tidak sia-sia. Selama tiga bulan dibekali dengan teori, enam bulan praktik di lapangan dan tiga bulan teori lagi masih bisa,” katanya.
Akademik Total Outsource Development (TOD) Jogja, Bonifasia Ekta Fima Natalia mengakui bila prospek LPK di Jogja bagus. Hal itu dibuktikan dengan naikknya jumlah pendaftar di TOD.
“Setiap tahun rata-rata 80 siswa yang mendaftar, tahun ini jumlah pendaftarnya meningkat menjadi 120 siswa. Selain dari wilayah DIY juga dari luar DIY,” kata Ekta.
Sejak 2008 lalu ratusan orang alumni TOD bekerja sebagai ground staff di maskapai penerbangan dan kereta api. Sebagian besar menjadi pramugari atau pramugara.
“Ke depan, kami berencana pula mengembangkan pendidikan di pelayaran. Saat ini masih fokus ke pendidikan transportasi darat (kereta api) dan udara dulu,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan LPK sangat membantu masyarakat untuk memenuhi tuntutan dunia kerja.
Pasalnya, banyak perusahaan yang meminta calon pelamar memiliki sertifikasi yang mumpuni di bidangnya. “Bahkan, mereka yang menjadi sarjana juga banyak yang masuk TOD. Sebab, perusahaan ingin memiliki karyawan yang memiliki sertifikat sesuai bidangnya,” terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.