Juara Piala Dunia Ternyata Tak Bisa Membawa Pulang Trofi Asli
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Harianjogja.com, JOGJA—Bidang Pertanian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja akan melakukan pengawasan ketat terhadap penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha.
Pengawasan dilakukan terutama untuk hewan yang berasal dari luar daerah guna menjamin kesehatan dan kelayakan konsumsi.
"Terutama hewan yang berasal dari Sragen dan sejumlah daerah endemis antraks," kata Kepala Bidang Pertanian Disperindagkoptan Kota Jogja, Benny Nurhantoro di ruang kerjanya, Rabu (11/9/2013).
Dia mengimbau warga untuk lebih selektif membeli hewan kurban. Selain mewaspadai hewan dari daerah endemis, warga juga harus mewaspadai hewan di daerah basah karena biasanya banyak ditemukan mengidap penyakit cacing hati.
Dari penelusuran sementara hewan kurban di Kota Jogja rata-rata berasal dari Ambarawa, Temanggung, Purworejo, Muntilan, Jawa Timur dan sekitar DIY.
Dia menambahkan, dibandingkan daerah lain, saat ini warga Kota Jogja sudah banyak memahami syarat-syarat hewan yang bisa dijadikan untuk kurban.
Namun untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan, dinas telah menyiapkan petugas menyosialisasikan persyaratan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Mahasiswa Magister Kebidanan Unisa Yogyakarta mengedukasi anak dan orang tua tentang area privasi tubuh untuk mencegah pelecehan seksual anak.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress 13 Juni 2026 dari Stasiun Tugu ke Bandara YIA. Perjalanan non-stop hanya 35-40 menit dengan tarif Rp50.000.
Layanan SIM keliling Sleman kembali hadir 13 Juni 2026. Simak jadwal bus SIM keliling, MPP Sleman, Satpas, dan syarat perpanjangan SIM.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
I.O.I akhirnya comeback setelah sembilan tahun berpisah. Simak perjalanan, tantangan reuni, dan kisah di balik lagu Suddenly.