Harga Kedelai Tinggi, Daya Beli Konsumen Turun

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Kamis, 19 September 2013 10:51 WIB
Harga Kedelai Tinggi, Daya Beli Konsumen Turun

Soy beans are seen after being harvested in the outskirts of Gualeguaychu city, 230 km (143 miles) north of Buenos Aires, March 30, 2008. REUTERS/Andres Stapff

Harianjogja.com, JOGJA–Harga kedelai di pasaran rata-rata sudah menembus Rp11.000 per kilogram. Kenaikan ini semakin membuat pelaku usaha pengolahanan makanan berbahan baku kedelai mengurangi pembelian.

Pengawas Peredaran Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM DIY Sugiyono mengungkapkan, di ketiga pasar yang dipantau, Pasar Kranggan, Pasar Demangan dan Pasar Beringharjo, harga kedelai kembali naik.

“Sudah tiga kali ini harga kedelai impor naik. Sekarang rata-rata sudah menembus Rp11.000 per kilogram,” ujar Sugiyono, Rabu (18/9/2013).

Harga kedelai di masing-masing pasar masih variatif. Di Pasar Demangan harga kedelai impor baru berkisar Rp9.500, sementara di Pasar Beringharjo rata-rata harganya mencapai Rp11.000.

Sedangkan di Pasar Kranggan, harga kedelai impor terpantau lebih tinggi, yakni mencapai Rp11.500 per kilogram.

Sugiyono mengatakan akibat tingginya harga kedelai impor, daya beli masyarakat juga mulai berkurang. Konsumen yang kebanyakan mengecer hanya mampu membeli sesuai dengan kemampuan, bahkan mengurangi porsi belanja kedelai dari hari biasanya.

“Konsumen tidak berani beli banyak karena takut kalau harganya tiba-tiba turun,” jelas Sugiyono.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online