Potensi Bencana Tinggi, BPBD Kulonprogo Susun Rencana Kontijensi

Minggu, 13 Oktober 2013 19:24 WIB
Potensi Bencana Tinggi, BPBD Kulonprogo Susun Rencana Kontijensi

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO TANAH LONGSOR -- PetugasBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten bantul bersama tim SAR dan relawan membersihkan rumah Zunaidan yang tertimbun tanah longsor di Dusun Mojosari, Srimartani, Piyungan, Sleman, Rabu (7/3). Tanah longsor terjadi pada Selasa (7/3) sore itu menyebabkan satu rumah rusak tertimbun longsoran dan tiga rumah di kawasan tersebut terancam lonsor susulan.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menyusun rencana kontijensi untuk mengatasi bencana alam yang terjadi di wilayahnya.

Rencana kontijensi dirasa perlu dibuat mengingat Kulonprogo berada di urutan ke-17 dari 491 kabupaten kota yang rawan bencana di Indonesia.

Kepala BPBD Kulonprogo, Untung Waluyo, menuturkan, sedang menyusun skenario apabila terjadi bencana. "Kami mengambil rencana kontijensi gempa yang berpotensi tsunami, sehingga kalau terjadi, kami sudah tahu harus berbuat apa," jelasnya, Minggu (13/10/2013).

Ia mencontohkan, ketika terjadi gempa 8,2SR dengan kedalaman kurang dari 10 sentimeter dan letak episentrum di bibir pantai, maka pihaknya sudah melakukan pendataan warga terkait kebutuhan, medis, dan sosial.

Dalam penyusunan skenario bencana, BPBD bekerjasama dengan TNI POLRI, Dinkes, Catatan Sipil, Bappeda, dan Bidang Kelautan.

Untung menambahkan, rencana kontijensi diharapkan dapat terus diperbarui karena bencana alam bersifat dinamis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online