Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Seorang warga melihat lahan persawahan di wilayah Kecamatan Bulu, Sukoharjo yang tergenang air akibat luapan Sungai Buntung. Sungai ini selalu meluap tiap kali turun hujan lebat akibat tanggul yang sudah rusak. (JIBI/SOLOPOS/Triyono)
Harianjogja.com, BANTUL- Muara sungai Opak yang mengalir ke laut selatan Bantul kembali buntu lantaran tertutup pasir akibat gelombang tinggi. Buntunya muara kembali menyebabkan luapan air ke lahan pertanian warga.
Warga Pantai Samas, Srigading, Sanden, Tri Mulyadi mengatakan, gelombang pantai selatan kembali meninggi sejak Selasa (15/10/2013) pagi, setelah sebelumnya sempat mereda. Ketinggian gelombang mencapai 3-5 meter.
Tingginya gelombang yang mengangkut banyak pasir ke utara menyebabkan muara Sungai Opak yang airnya mengalir ke laut buntu. "Sekarang gelombang kembali tinggi, itu muaranya buntu lagi," ungkap Tri, Selasa (15/10/2013).
Akibatnya,air payau mengalir ke lahan pertanian. Luapan air masuk sedikit demi sedikit, meski belum menyebabkan genangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.