Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Ribuan masyarakat Desa Bunder, Kecamatan Patuk menggelar hajat akbar pemilihan kepala desa (Pilkades), Minggu (27/10/2013).
Sebanyak 2.515 Daftar Pemilih Tetap (DPT) diperebutkan oleh empat calon kepala desa setempat.
Ketua Panitia Pilkades Singgih Mulyana mengatakan, Desa Bunder merupakan salah satu desa di Kecamatan Patuk yang masuk kategori berkembang.
Tak heran animo masyarakat yang ingin menjadi kepala desa pun tinggi. Tingkat partisipasi masyarakatnya pun sangat tinggi. “Masing-masing calon juga banyak pendukungnya,” kata Singgih, di sela kegiatan.
Sejak Tempat Pemungutan Suara dibuka sekitar pukul 08.00 WIB, masyarakat sudah berbondong-bondong dating untuk mencoblos. Bahkan kerumunan masyarakat di Balai Desa Bunder itu sempat membuat arus lalu lintas Jalan Jogja-Wonosari tersendat. Sejumlah petugas pengamanan dari Polsek Patuk dan Linmas pun dikerahkan untuk membantu memperlancar jalannya pilkades Bunder.
Ada empat calon kepala desa yang bertarung. Mereka adalah Ngadiyat, Maryadi, Paryanto dan satu calon incumbent Kabul Santoso. Pemungutan suara ditutup pukul 13.00 WIB, setelah penambahan waktu satu jam, penghitungan suara dimulai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.