Mendagri Soroti Tim Sukses Jadi Honorer, Bebani APBD Daerah
Mendagri Tito Karnavian menyoroti banyak tim sukses masuk tenaga honorer hingga membebani APBD dan meningkatkan belanja pegawai daerah.
Harianjogja.com, SLEMAN – Hari ini, Selasa (29/10/2013) rombongan jamaah haji asal Sleman kembali ke kampung halaman.
Rencanya, kloter 21 akan pulang lebih awal dan sampai di Masjid Agung Sleman pada pukul 10.44 WIB.
Meskipun demikian ada satu jamaah haji asal Sleman yang tidak bisa ikut rombongan pulang ke Kabupaten Sleman. Dia adalah Muhammad Sagimun, 70, rombongan Kloter 23.
Sagimun meninggal dunia di Arab Saudi setelah menjalankan manasik haji pada 24 Oktober 2013 jam 17.00 waktu arab saudi.
Menurut Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Sleman, Muhammad Lutfi Hamid mengatakan informasi yang diterimanya, Sagimun sakit asma dan ginjal. Namun Sagimun telah menjalankan ibadah haji secara lengkap.
“Sagimun sudah jalankan manasik haji. Dia sakit lantas dirawat di rumah sakit terdekat. Namun karena kritis nyawanya tidak tertolong. Kami sudah memberitahukan pada keluarganya,” jelas Lutfi, Senin (28/10/2013).
Lutfi menambahkan setelah meninggal, Sagimun langsung dimakamkan di Arab Saudi. Sementar pihak keluarga mengaku legowo karena Sagimun juga sudah meminta semua keluarga ikhlas sebelum berangkat haji.
“Pihak keluarga sudah dipamiti semua. Bahkan menurut kelurga Sagimun sudah mengumpulkan semua keluarga dan meminta untuk ikhlas jika perjalan haji kali ini menjadi yang terakhir,” jelas Lutfi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian menyoroti banyak tim sukses masuk tenaga honorer hingga membebani APBD dan meningkatkan belanja pegawai daerah.
Harga mawar di Rawa Belong melonjak hingga Rp170 ribu per ikat akibat kelangkaan stok dan tingginya permintaan musim wisuda.
99 pendonor DIY terima penghargaan usai 75 kali donor darah. Aksi kemanusiaan ini jadi inspirasi di Hari Donor Sedunia
Ramadhipa raih kemenangan perdana Moto3 JuniorGP 2026 di Estoril usai duel sengit hingga lap terakhir.
Kalurahan Bendung, Gunungkidul mewajibkan warga memasang kentongan untuk meningkatkan keamanan lingkungan dan menjaga tradisi..
Konkurs Perkutut Piala Paku Alam X di Bantul diikuti 294 peserta dari berbagai daerah, dorong pelestarian budaya dan pariwisata DIY.