Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Isak tangis kerinduan mewarnai suasana kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Sleman di Masjid Agung, Selasa (29/10/2013).
Rasa haru ditunjukkan Arsinah, 57, warga Dusun Sidomulyo, Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir.
Arsinah sudah sejak dua tahun belakangan ini tidak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda karena menderita stroke.
Namun, penyakit yang dideritanya itu tidak menghalanginya untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Dibantu keluarganya, dia akhirnya bisa melaksanakan rukun Islam kelima itu.
“Alhamdulilah saya akhirnya bisa ikut rombongan haji. Selama ini saya hanya bisa bermimpi saja, terlebih setelah saya terkena stroke dua tahun silam. Beruntung semua diberikan kelancaran,” kata Arsinah kepada wartawan.
Arsinah mengatakan, keberangkatannya kali ini bersama anaknya Yuli Widiati, menantunya Edi Agus Wibowo dan besannya Warido. Menurut rencana suaminya, (almarhum) Jariah Dwijoharyono juga berangkat pada tahun ini, namun kenyataan berkata lain.
“Suami saya dipanggil Yang Maha Kuasa dua minggu sebelum berangkat. Harusnya perjalanan haji ini kami berangkat pada 17 September 2013, namun suami saya yang sehat-sehat saja malah dipanggil Yang Maha Kuasa pada 4 Septembet 2013,” kata Arsinah.
Arsinah mengaku, tidak ingin membicarakan soal kegagalan keberangkatan suaminya ini. Menurutnya, kegagalan suaminya berangkat memang sudah takdir dari Tuhan.
“Sudah jangan tanya soal suami saya lagi. Mungkin semua sudah ada jalannya masing-masing,” kata Arsinah.
Arsinah yang dijemput keluarga besar termasuk cucu-cucunya itu mengaku gembira. Bukan hanya sudah melaksanakan perjalanan haji, namun dia mengaku rindu dengan rumahnya di Minggir.
“Simbah wis kangen omah. Nanti makan yang banyak bersama-sama dengan cucu saya. Amin semua diberikan kelancaran,” kata Arsinah.
Arsinah mengaku, pelayanan perjalanan haji kali ini cukup lancar dan tertib. Dia sendiri yang sakit mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Bahkan petugas selalu memperhatikan jika keluarganya sedang menjalankan ibadah haji.
“Yang jelas selalu merasa dijaga saat di Tanah Suci. Pelayanannya sangat bagus dan memuaskan. Semoga tahun-tahun mendatang pelayanannya bisa lebih baik lagi, termasuk untuk yang sakit,” harap Arsinah.
Kepala Kanwil Kemenag Sleman, Muhammad Lutfi Hamid mengatakan, dari total 912 jemaah haji yang ada, satu orang meninggal, sehingga yang dipulangkan sebanyak 911 orang.
“Besok [hari ini] masih akan ada 304 jemaah haji asal Sleman yang dipulangkan. Kami berharap semua pemulangan jemaah haji ini berjalan lancar,” kata Lutfi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia lima kali perjalanan. Cek jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.