Kebakaran Transhome, Damkar Sleman Soroti Keterbatasan Personel dan Pos
Response time Damkar Sleman menuju kebakaran Transhome tercatat 14 menit. Namun, capaian waktu tanggap secara keseluruhan baru 52,27 persen.
Kendaraan melintas depan Prima SR Hotel di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Sleman, Selasa (6/10/2026)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN— Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman berkolaborasi dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman membangun sistem informasi pemasaran produk lokal. Sistem tersebut disiapkan untuk mempertemukan pelaku usaha binaan DP3 dengan calon pembeli dari sektor usaha.
Sistem informasi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengetahui supplier sekaligus produk yang tersedia. Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, mengatakan kanal pemasaran tersebut dapat diakses melalui phrisleman.com/supplier.
Kanal tersebut memuat informasi mengenai lokasi supplier hingga detail produk yang ditawarkan. Pada tahap awal, produk yang ditampilkan secara khusus mencakup ikan dan produk turunannya.
“Melalui kanal ini, proses pembelanjaan bagi usaha F&B, hotel, akomodasi maupun sektor usaha lainnya menjadi lebih mudah, dekat, dan terpercaya,” kata Andhu dihubungi, Selasa (6/10/2026).
Data Supplier Dikembangkan Bertahap
Andhu mengatakan pembangunan sistem informasi pemasaran tersebut dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, data yang dimasukkan berasal dari pelaku usaha binaan Bidang Perikanan serta produk olahan ikan.
Setelah data dari sektor perikanan, pengembangan sistem akan dilanjutkan dengan memasukkan data dari Bidang Peternakan dan Bidang Pertanian. Data pelaku usaha binaan DP3 tersebut nantinya akan terus ditambahkan ke dalam sistem.
Proses pengumpulan data dilakukan melalui koordinasi dan verifikasi. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan informasi mengenai supplier dan produk yang ditawarkan dalam sistem dapat tersedia secara lengkap.
Menurut Andhu, sistem informasi tersebut juga akan terintegrasi dengan kegiatan penyuluhan. Setelah data berhasil dihimpun dan diverifikasi, informasi yang terdapat dalam sistem akan dimutakhirkan secara berkala.
Pemutakhiran data dilakukan agar informasi yang tersedia dapat menyesuaikan dengan kondisi pelaku usaha maupun ketersediaan produk. Dengan demikian, calon pembeli dari sektor usaha dapat memperoleh informasi yang lebih sesuai ketika mencari produk lokal.
Diluncurkan Akhir Oktober 2026
Kanal pemasaran produk lokal tersebut rencananya diluncurkan oleh Pemkab Sleman pada akhir Oktober 2026. Program tersebut akan menjadi program percontohan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia.
Pada tahap awal, program mengangkat gerakan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan). Gerakan tersebut diarahkan untuk mendorong konsumsi ikan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sistem informasi pemasaran produk lokal.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program percontohan di Sleman. Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat direplikasi di daerah lain.
PHRI Sleman juga mendorong pelaku usaha untuk memprioritaskan produk lokal Sleman dalam pengadaan kebutuhan usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pelaku usaha lokal dengan sektor hotel, restoran, akomodasi, F&B, maupun sektor usaha lainnya.
“Dukungan kita bersama akan menjadi bukti nyata bahwa sinergi dunia usaha dan sektor pangan lokal dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Jadi Jembatan Informasi Produk Pertanian dan Perikanan
Sekretaris DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk memetakan, mengelola, sekaligus menyajikan data mengenai potensi dan sebaran komoditas unggulan pertanian serta perikanan di Sleman.
Keberadaan sistem informasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi produk lokal sekaligus lokasi sebarannya. Data tersebut dapat menjadi informasi bagi pihak yang membutuhkan komoditas pertanian dan perikanan dari Sleman.
Aplikasi tersebut juga diharapkan menjadi jembatan informasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha tani, investor, dan masyarakat. Dengan adanya data mengenai lokasi dan komoditas yang tersedia, pelaku usaha dapat lebih mudah menemukan produk lokal sesuai dengan kebutuhan usahanya.
Kolaborasi PHRI Sleman dan DP3 tersebut sekaligus diarahkan untuk mempertemukan potensi produk lokal dengan kebutuhan sektor usaha. Melalui sistem informasi yang terus diperbarui, data supplier dan komoditas diharapkan dapat menjadi akses informasi bagi pelaku usaha yang membutuhkan produk lokal Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Response time Damkar Sleman menuju kebakaran Transhome tercatat 14 menit. Namun, capaian waktu tanggap secara keseluruhan baru 52,27 persen.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.