BUDIDAYA SORGHUM : Petani di Bantul Sulit Kendalikan Serangan Burung

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Senin, 04 November 2013 12:15 WIB
BUDIDAYA SORGHUM : Petani di Bantul Sulit Kendalikan Serangan Burung

Harianjogja.com, BANTUL- Petani http://www.harianjogja.com/baca/2013/11/04/budidaya-sorghum-bantul-berambisi-jadi-sentra-sorghum-462388" target="_blank">pembudidaya komoditas sorghum di Bantul saat ini masih mengalami sejumlah kendal.

Ketua Kelompok Tani Bismo, Dusun Talkondo, Sarjiyo, menuturkan ada sekitar lima hektare lahan sorghum di desanya. Setiap satu hektare menghasilkan mampu menghasilkan satu ton sorghum.

Kendati hasil cukup baik, petani selama ini menghadapi kendala hama burung dalam penanaman sorghum. Petani harus berupaya keras melindungi tanaman mereka dari burung.

"Tanaman ini menjulang tinggi sehingga sulit dipantau bila ada burung yang hinggap," katanya, saat panen raya sweet sorghum di Dusun Talkondo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Minggu (3/11/2013). Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan.

Rusman Heryawan mengatakan, pemerintah harus menjaga harga jual tanaman ini di tingkat petani agar mereka bergairah menanam Sorghum.

Harga yang tak menjanjikan bakal dapat menghambat pengembangan tanaman ini. "Kalau harga bagus, petani akan tertarik menanam," kata Rusman.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Pusat akan membuat program besar pengembangan sorghum. Hanya, menunggu hasil evaluasi penanaman sorghum yang ada di sejumlah daerah saat ini.

Tahun ini pemerintah menargetkan, sebanyak 50.000 hekatare tanaman. "Itu hanya sebatas luas tanaman, belum luas panen," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online