Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harianjogja.com, BANTUL- Dana hibah dan bantuan sosial (bansos) yang diusulkan dalam APBD murni 2014 Kabupaten Bantul, melorot drastis dibanding 2013. Dana hibah dan bansos di Bantul sempat menuai kontroversi karena ditengarai menjadi rebutan di kalangan dewan, lantaran menjadi modal meraih suara jelang Pemilu 2014.
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bantul Fenti Yusdayati mengatakan, dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) yang telah ditetapkan belum lama ini, hanya dianggarkan 21,5 miliar untuk hibah dan bansos dalam APBD murni 2014. Sebanyak Rp12,5 miliar di antaranya untuk hibah dan Rp9 miliar untuk bansos.
Jumlah itu menurun drastis dibanding anggaran hibah-bansos yang dianggarkan dalam APBD murni 2013 sebesar Rp53 miliar. Kendati dalam perjalanannya, anggaran itu dihapuskan dan hanya sempat dicairkan sebesar Rp18 miliar.
Menyusul konflik kepentingan yang terjadi di kalangan dewan sepanjang Agustus-Oktober lalu.
Fenti mengatakan, dana hibah-bansos hanya dianggarkan sesuai jumlah proposal bantuan warga yang telah diverifikasi ke lapangan. Sebab Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) terbaru memperketat pencairan bantuan, yaitu hanya proposal bantuan yang telah diverifikasi kebenarannya.
Selain itu, pemerintah daerah juga wajib melampirkan daftar penerima hibah-bansos yang telah diverifikasi dalam lampiran APBD.
"Kalau belum diverifikasi enggak bisa dianggarkan. Yang dianggarkan ini proposal yang sudah diverifikasi setahun sebelumnya," ujarnya.
Pemkab lanjutnya tak menginginkan bila kasus hibah-bansos kelak menjadi temuan penegak hukum lantaran penganggarannya bermasalah.
Terpisah, Anggota Fraksi PKS DPRD Bantul Amir Syarifuddin mengklaim, tak masalah bila ternyata dana hibah-bansos berkurang. Kendati banyak proposal bantuan yang diajukan warga ke Pemkab melalui anggota dewan yang berjanji membantu pencairan dana.
"Enggak apa-apa berkurang asal penerimanya sudah diverifikasi. Kalau kami dihilangkan pun juga enggak apa-apa, malah lebih bagus," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.