Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harianjogja.com, BANTUL-Pengusaha dan pekerja karaoke di Parangkusumo bakal mengadukan masalah http://www.harianjogja.com/baca/2013/11/22/penataan-parangkusumo-kapolres-bantul-minta-lsm-beri-pengaruh-positif-467643" target="_blank">penyegelan usaha karaoke oleh polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke DPRD Bantul.
Mereka juga menyatakan siap menaati larangan penjualan minuman keras dan prostitusi asalkan usaha karaoke tidak ditutup.
Ketua Paguyuban Pengusaha Karaoke Parangkusumo, Rohadi alias Krambil ditemui Sabtu (23/11/2013) menyatakan, pihaknya berupaya meyakinkan pemerintah bahwa usaha karaoke di Parangkusumo tak identik dengan kegiatan prostitusi.
Karenanya mereka akan meminta para wakil rakyat itu mengupayakan pembukaan kembali lapak karaoke yang disegel beberapa waktu lalu. "Kami minta usaha karaoke ini dibuka lagi, karena mematikan ekonomi warga," tuturnya Sabtu (23/11/2013).
Paguyuban kata dia siap ditata dan ditertibkan pemerintah. Misalnya tak lagi menjual miras atau membuka usaha prostitusi. Sebab Krambil mengklaim, para pemandu karaoke yang mayoritas merupakan mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) itu kini sudah berganti profesi.
"Terus terang para pemandu lagu itu dulu PSK, tapi mayoritas mereka sudah berhenti jadi PSK. Karena di paguyuban ada sanksinya kalau masih jadi PSK. Kalau ada PSK yang dibawa ke hotel, itu memang dibawa tamu dari luar," imbuhnya.
Bahkan bila perlu lanjut Krambil, aparat keamanan dipersilahkan patroli di lapangan untuk mengawasi agar tak ada karaoke terselubung alias membuka lapak prostitusi. "Kalau ditata dan ditertibkan silahkan asal usaha ini jangan ditutup," ujarnya.
Di Parangkusumo tercatat ada 38 rumah karaoke. Usaha itu diklaim membantu ekonomi hingga 600 orang warga. Mulai dari pemilik karaoke, pemandu lagu, warung makan, laundry dan berbagai usaha lainnya yang meraup untung dari ramainya wisata di Parangkusumo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.