AKTIVITAS MERAPI : BPPTKG Pasang Alat Tambahan di Puncak Gunung

Sabtu, 23 November 2013 19:04 WIB
AKTIVITAS MERAPI : BPPTKG Pasang Alat Tambahan di Puncak Gunung

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO STATUS MERAPI SIAGA: Gunung Merapi di Kawasan Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/10) terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Berbagai indikasi menguatkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta untuk menyatakan peningkatan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga pada Kamis (21/10) pukul 18.00 WIB. Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana III seperti mencari rumput

Harianjogja.com, JOGJA-Tim Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menambah alat multi paramater di puncak Merapi. Langkah ini sebagai upaya untuk mendeteksi gejala- gejala letusan freatik yang sulit terduga.

Kepala Seksi Merapi BPPTKG Sri Sumarti mengatakan, alat itu dipasang tak jauh ke selatan dari Pos Pengamatan Merapi di Pasar Bubrah yang sekitar 300 meter dari puncak Merapi. Di tempat itu, sebelumnya sudah terpasang peralatan serupa. Pun di titik–titik lain seperti di Klathakan, Plawangan, dan Babadan.

Hanya untuk multi parameter itu, kata Sri, fungsinya lebih lengkap karena di dalam perangkat tersebut tilt meter untuk mengukur deformasi -pembengkakan lereng Merapi-. Adapun alat lain yang terdapat dalam multi paramater itu adalah seismometer untuk memantau kegempaan lokal di sekitar Merapi.

“Dengan multi parameter ini harapannya alat pendeteksi di Merapi lebih lengkap,” ujar Sri saat dihubungi Harian Jogja melalui telepon selulernya, Sabtu(23/11/2013).

Alat itu dipasang oleh tim BPTTKG yang berhasil mendaki puncak Merapi setelah pada Rabu (20/11/2013) malam, tim gagal mendaki karena cuaca hujan lebat disertai angin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online