Aset Rp10 Miliar di Kota Jogja Mangkrak

Jumali
Jumali Rabu, 27 November 2013 14:36 WIB
Aset Rp10 Miliar di Kota Jogja Mangkrak

RPH TANAH ABANG Pekerja membersihkan lantai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di lantai dasar Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (6/8). Pemprov DKI Jakarta berencana akan memindahkan RPH tersebut untuk relokasi pedagang kaki lima.

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY mencatat manajemen aset Pemerintah Kota Jogja belum maksimal.

Dua aset dari Pemkot belum dioptimalkan dan masih mangkrak yakni Rumah Potong Hewan (RPH) Ngampilan, Jogja dan Asphalt Mixing Plan (AMP).

Kepala Sub Auditorat BPK Perwakilan DIY Nugroho Heru Wibowo mengungkapkan ada beberapa poin yang harus dilakukan Pemkot untuk memaksimalkan peran kedua aset tersebut.

“RPH tersebut sudah tidak dipergunakan lagi, tetapi dibiarkan dan tidak dimanfaatkan untuk yang lainnya,” katanya, usai penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Perwakilan DIY atas manajemen aset Pemkot, Selasa (26/11/2013).

Menurut dia, setelah tidak dipergunakan sebagai tempat pemotongan babi, RPH yang terletak di tengah perkampungan itu bisa dioptimalkan untuk pemotongan hewan lain.

Akan tetapi, karena dibiarkan mangkrak, maka RPH yang berada di bawah Disperindagkoptan itu justru membawa kerugian bagi Pemkot. Besaran kerugian di tempat tersebut ditaksir kurang dari Rp10 miliar.

“Selain RPH juga ada AMP yang tidak bisa dimaksimalkan. Selama ini hanya dibiarkan saja, padahal pengelolaannya ada di Kimpraswil,” tandasnya.

Dia menyarankan, Pemkot bisa memaksimalkan RPH yang telah mangkrak dua tahun itu sebagai tempat pemotongan sapi.

Selain tidak akan banyak menimbulkan permasalahan dengan lingkungan, tempat itu dinilai masih representatif untuk kegiatan tersebut. “Jika tidak ini akan berpengaruh pada opini hasil audit BPK,” jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online