Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Harianjogja.com, JOGJA—Belum juga ada perdais khusus soal pertanahan yang menjadi acuan pengelolaan tanah Kasultanan, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro sudah keliling mensosialisasikan mengenai pengelolaan tanah magersari itu.
Sosialiasasi digelar di SD Tarakanita Bumijo, Kamis (5/12) sore. Sesuai undangan, sosialisasi digelar di Balai RW Bumijo yang berada di depan sekolahan tersebut.
Namun karena warga yang datang sampai lebih 500 orang, sosialisasi dipindah ke aula SD tersebut. Pihak Kecamatan Jetis turut memfasilitasi acara mantu pertama Sri Sultan Hamengku Buwono X itu.
Di muka aula itu terdapat spanduk persegi panjang berwarna hijau bertuliskan: Selamat Datang KPH Wironegoro.
Suami GKR Pembayun yang akan mencalonkan diri menjadi Anggota DPR RI lewat Partai Gerindra pada 2014 itu, ditemani Kanjeng Raden Tumenggung Yudahadiningrat.
Pertemuan itu bermula dari cerita Yuda soal sejarah tanah Kasultanan. Di hadapan ratusan massa , Penghageng Tanda Yakti itu lantang mengatakan, tidak akan ada penggusuran pada warga yang tinggal di tanah kasultanan setelah Keistimewaan DIY diatur dalam Undang-undang.
“Tahta saja untuk rakyat. Apalagi tanah,” kata Yuda melalui corong mic. Warga lantas membalasnya dengan tepuk tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.