Warga Argomulyo Gelar Tradisi Wiwit

Rabu, 11 Desember 2013 01:21 WIB
Warga Argomulyo Gelar Tradisi Wiwit

Harianjogja.com, SLEMAN–Pola tanam menggunakan variasi padi-padi-palawija terbukti mampu meningkatkan produksivitas hasil panen. Hal ini yang dirasakan kelompok tani Sejahtera Dusun Brongkol, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan.

Ketua Kelompok Tani Sejahtera, Suratman, mengatakan dengan pola sistem tanam padi yang diselingi palawija, kesuburan tanah bisa tetap terjaga.

“Hasilnya, jika menggunakan pola tanam padi terus, kami hanya memanen enam ton per hektare. Namun setelah kami mengubah pola tanam, satu hektare lahan mampu menghasilkan gabah kering 7,4 ton,” kata Suratman dalam acara panen bersama, Selasa (10/12/2013).

Untuk menjaga dan mempertahankan tradisi bertani yang baik, warga Dusun Brongkol, Selasa kemarin juga menggelar tradisi wiwit.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno mengatakan tradisi budaya wiwit kini sangat langka.

“Kami sangat berharap tradisi wiwit ini terus dijaga petani untuk kelestariannya. Termasuk juga pola tanam agar hasil panen bisa terus meningkat,” kata Widi.

Dalam tradisi wiwit yang diadakan di Desa Argomulyo juga diikuti kirab Bregodo Beksan atau Wahyu Budoyo, Bregodo Ubo Rampe, Bregodo Putro Wayah dan Bregodo Gunungan. Bergodo Gunungan ini berisi hasil bumi yang diperebutkan pada upacara tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online