Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Harianjogja.com, SLEMAN–Produksi beras di Sleman tahun ini kembali merosot jika dibandingkan 2012. Kemerosotan mencapai 9.523 ton. Penyebab utama jatuhnya produksi karena serangan hama tikus.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupataen Sleman, Widi Sutikno mengatakan serangan tikus tahun ini luar biasa.
Akibatnya, produksi beras pada 2013 hanya mencapai 303.292 ton, turun dari 2012, di mana produksi beras mampu mencapai 312.815 ton.
“Serangan hama tikus membuat pola tanam petani berubah. Petani takut jika kebanyakan menanam padi akan membuat tikus semakin banyak,” kata Widi seusai acara penyerahan bantuan sarana prasarana pertanian, Senin (23/12/2013).
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPPK, Edy Sri Harmanta mengakui turunnya produktivitas padi 2013 dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya serangan hama dan pergeseran musim. Serangan tikus tahun ini mencapai 4.000 hektare.
“Pergeseran musim kemarau ke penghujan tahun ini juga berdampak pada produksi padi. Musim hujan yang terjadi pada masa pengisian padi membuat batangnya roboh. Produktivitas padi bisa turun 15% sampai dengan 20%,” kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.
Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda masih aman di tengah karhutla. Otoritas menyiapkan langkah antisipasi kabut asap.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Prabowo meninjau karhutla Kubu Raya dan meminta penanganan dipercepat serta pelanggaran hukum ditindak tegas sesuai ketentuan.
Penelitian University of Sydney menemukan bahwa berhenti sejenak sebelum bereaksi dapat membantu mengelola emosi dan mencegah keputusan impulsif.