Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Harianjogja.com, BANTUL-Bupati Bantul Sri Suryawidati memastikan, petani hortikultura yang mengalami kerugian akibat bencana banjir beberapa hari terakhir bakal mendapat ganti rugi.
Sri Suryawidati mengatakan, Pemkab Bantul telah membahas dampak bencana banjir serta kompensasi yang akan diberikan ke petani. Pemerintah sepakat memberi kompensasi berupa penggantian pupuk dan benih.
"Kami sudah rapatkan dengan Sekda juga, intinya akan ada penggantian benih dan pupuk untuk petani yang terdampak itu," ujarnya Selasa (24/12/2014).
Namun berapa total anggaran yang harus dikeluarkan Pemkab untuk menolong petani Ida sapaan akrabnya belum dapat memastikan.
Kemungkinan anggaran tersebut diambil dari dana tak terduga. "Bisa lewat dana tak terduga. Yang penting saya sudah pesan ke lembaga terkait semuanya harus sesuai aturan penggunaan dananya," lanjut Ida.
Sedangkan untuk korban banjir yang mengalami kerusakan rumah, Pemkab kata dia tidak akan memberi bantuan. Sebab sejauh ini, tak ada laporan rumah warga yang mengalami kerusakan parah. "Enggak parah kok, kecuali yang harus dievakuasi kami bisa memberi bantuan seperti beras," tuturnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menyatakan, Pemkab telah menetapkan status tanggap darurat atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di Bantul. Konsekuensinya, instansi terkait dapat terjun langsung melakukan pemulihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.