Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam 1 Gram Rp2,766 Juta
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kondisi lahan di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan memburuk sehingga tanaman rentan diserang hama. Kondisi ini disinyalir karena maraknya penggunaan bahan kimia dalam aktivitas pertanian, seperti pestisida dan pupuk nonorganik.
Sudiyono, salah satu pemandu Pengendali Hama Terpadu (PHT) Tanjungharjo, menuturkan, kondisi tanah yang buruk terlihat dari tanah yang kurang subur serta mudah terserang hama.
“Yang tumbuh pertama bukan tanamannya melainkan penyakit terlebih dulu,” ujarnya dalam wiwitan dan temu lapang kelompok tani di Dusun Klajuran, Tanjungharjo, Selasa (7/1/2014).
Dalam musim tanam pertama (MT I) kali ini, kata dia, serangan wereng putih dan tikus menurunkan produksi padi hingga 10%. Pada tahun lalu, produksi padi mencapai delapan kilogram per ubin, sementara panen kali ini hanya tujuh kilogram per ubin. Ubin merupakan ukuran luas setara dengan 2,5 x2,5 meter persegi.
Untuk menanggulangi masalah ini, kelompok tani di Tanjungharjo menerapkan pengendalian hama terpadu dengan agen hayati sehingga seluruh proses produksi secara alami.
Dicontohkannya, untuk menghasilkan benih yang baik dilakukan perendaman dengan memakai Plant Growth Promoting Rekso bacteria (PGPR) selama 10 jam untuk tanaman padi. Setelah itu disebar dan untuk penyemprotan menggunakan beauveria bassiana atau jamur saprofit.
Suparno, 45, anggota kelompok tani Sumber Mulyo Tanjungharjo, mengungkapkan, kendala terbesar yang dihadapi pertanian di wilayahnya adalah kesadaran para petani untuk mengendalikan hama dengan agen hayati masih kurang. “Mungkin karena selama ini terbiasa dengan semua bahan kimia yang instan,” tukasnya.
Ia menyadari kondisi tanah yang buruk harus meminimalkan penggunaan bahan kimia dalam pengolahan lahan. Jika hal ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan nilai padi di daerahnya dapat menurun. Saat ini harga jual padi hanya Rp2.300 per meter persegi, sementara tahun lalu mencapai Rp3.500 per meter persegi.
Penyuluh Organisme Pengganggu Tanaman Kecamatan Nanggulan, Ngadiran, menambahkan, Tanjungharjo terpilih sebagai desa yang menyelenggarakan sekolah lapang berkelanjutan. Sebab wilayah ini memiliki potensi sawah seluas 200-an hektare dan sering diserang organisme pengganggu tanaman, seperti, tikus, wereng, dan penggerek batang.
“Dengan penyelenggaraan sekolah lapang berkelanjutan diharapkan para petani memiliki kesadaran tinggi untuk menerapkan cara-cara alami dalam pengelolaan saawah, seperti memanfaatkan agen hayati,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.