Bursa Mineral Prabowo Didukung APNI, Ini Syaratnya
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Ilustrasi kamar hotel (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap kunjungan wisata pada 2014 lebih bagus. Hal ini melihat tingkat okupansi hotel di DIY selama libur Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 mencapai 99,3%.
Ketua PHRI DIY, Istidjab M. Danunagoro yang mengatakan untuk reservasi mulai 24 Desember 2013-2 Januari 2014 telah mencapai 100% di kota Jogja untuk hotel bintang. Sementara di luar Jogja rata-rata masih 80%.
"Waktu akhir tahun [2013] kategori hotel yang paling banyak diminati, yakni yang terletak di pusat kota atau kawasan Malioboro. Namun secara umum tingkat hunian hotel meningkat, baik hotel berbintang maupun melati (nonbintang). Ini angin segar untuk perhotelan di DIY," kata Istidjab, Selasa (7/1/2014).
Istidjab memperinci, untuk hotel yang ada di ring satu atau kawasan Malioboro pada liburan akhir tahun lalu penuh 100%. Untuk hotel di ring dua atau sekitaran Ring Road tingkat hunian mencapai 85%. Dan untuk ring tiga atau di luar Ring Road tingkat hunian wisatawan mencapai 80%.
Di sisi lain, untuk tingkat hunian pada hari biasa selama 2013 rata-rata masih mencapai 10% hingga 20% untuk hotel non-bintang, sementara hotel berbintang mencapai 30% hingga 50%.
"Kami berharap tahun ini bisa lebih dari ini, khususnya untuk Meeting, Incentives, Conventions and Event [MICE]," katanya.
Hingga kini jumlah hotel di DIY telah mencapai 1.160 unit. Sebanyak 60 untuk hotel berbintang dengan jumlah 6.000 kamar dan 1.200 untuk hotel non-bintang dengan 17.000 kamar.
Bertambahnya jumlah hotel ini juga menyebabkan tingkat hunian hotel merata.
“Makanya wisatawan yang ingin berkunjung ke DIY tidak perlu takut kehabisan kamar hotel untuk menginap. Namun memang perlu antisipasi untuk yang berada di ring satu,” jelas Istidjab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.