Wasini Menangis Bersalaman Dengan Putri Suharto

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Minggu, 19 Januari 2014 14:50 WIB
Wasini Menangis Bersalaman Dengan Putri Suharto

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Wasini, 60, salah satu pedagang Pasar Argosari Wonosari beberapa kali mengusap air mata. Ia tak percaya yang datang menyambangi dan mengajaknya bersalaman adalah putri mantan presiden soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal Titiek Soeharto.

Pedagang sayur yang sudah lebih dari 15 tahun berjualan di Pasar Argosari ini merasa terharu. Ia langsung teringat dengan kondisi orde baru dimana harga sembako murah dan sayuran hasil pertaniannya menggembirakan.

“Saya ini petani tapi sudah males bertani sekarang karena hasilnya tidak menutup untuk ongkos bertani,” ucap Wasini, Jumat (17/1/2014).

Ibu dari lima anak dan 9 cucu ini meski belum pernah bertemu dengan Soeharto namun ia mengaku merasakan ketentraman dan kedamaian hidup di desanya di Dusun Grogol, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang sayur lainnya Suratmi, 43. Terlepas dari banyak orang yang membenci kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun menjadi presiden, namun merindukan harga sembako murah.

Ibu dua anak asal Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu ini tidak ingin tahu ingar bingar perpolitikan. “Saya sih hanya ingin kayak dulu lagi, apa yang saya tandur di sawah pasti jadi dan dagang juga lumayan,” ucap dia.

Kedatangan Titiek Soeharto ke pasar Argosari dalam rangka mencari dukungan masyarakat terkait niatnya mencalonkan diri menjadi calon legislator senayan dapil DIY dari salah satu partai politik.

Titiek mengaku terharu banyak masyarakat kecil yang masih ingat ayahnya saat berdialog dengan para pedagang pasar. “Mereka merasakan betapa rasanya perbedaan beberapa kali pemerintahan ternyata tidak lebih baik, itu yang mereka rasakan,” kata Titiek.

Menurut Titiek, pemerintah harus memperhatikan nasib pedagang pasar tradisional ditengah maraknya pasar modern. Salah satunya pungutan retribusi jangan terlalu memberatkan pedagang.ia juga meminta pemerintah untuk memperhatikan pertanian.

Setelah belusukan di Pasar Argosari mantan Istri Prabowo Subianto juga menyempatkan makan soto, jadah tempe dan minum teh poci bersama para pedagang di dalam pasar. Ia juga sempat belanja sayuran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online