Wabah Ebola di Kongo Mengganas, 75 Tenaga Kesehatan Terinfeksi
Wabah Ebola di Kongo makin meluas. Sebanyak 75 tenaga kesehatan terinfeksi dan 17 meninggal. WHO sebut risiko penyebaran tinggi.
Diskusi Literasi Akses Keuangan untuk UMKM 2026 di UC UGM, Sabtu (20/6/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Penguatan literasi keuangan dinilai menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu berkembang dan naik kelas. Melihat pentingnya hal tersebut, Indonesia Financial Group (IFG) menggelar program edukasi keuangan bagi pelaku UMKM di Yogyakarta untuk memperkuat manajemen usaha sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap pengelolaan risiko bisnis.
Program tersebut tidak hanya membahas akses pembiayaan dan perlindungan usaha, tetapi juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem bisnis yang saling terhubung agar UMKM dapat tumbuh lebih berkelanjutan.
Kepala IFG, Ibrahim Kholilurohman, mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Ketangguhan sektor ini bahkan telah terbukti ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi pada 1998. Menurutnya, UMKM menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan dan membantu menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak ketika banyak perusahaan besar mengalami tekanan.
"Ketika krisis 1998 terjadi, UMKM menjadi salah satu penggerak pemulihan ekonomi. Hingga saat ini sektor tersebut masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena jumlahnya sangat besar, menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, serta memberikan kontribusi terhadap ekspor Indonesia," ujarnya dalam kegiatan diskusi Literasi Akses Keuangan untuk UMKM 2026 di UC UGM, Sabtu (20/6/2026).
Integrasi Bisnis Dinilai Masih Menjadi Tantangan
Meski memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian, Ibrahim menilai masih terdapat tantangan mendasar yang perlu diatasi agar UMKM Indonesia dapat berkembang lebih cepat, yakni lemahnya integrasi antar-pelaku usaha dalam rantai pasok industri.
Ia mencontohkan praktik yang berkembang di China, di mana kelompok usaha kecil di berbagai daerah mampu menjadi bagian dari rantai produksi industri besar dengan menghasilkan komponen tertentu secara spesifik.
Menurutnya, pola tersebut memungkinkan UMKM tumbuh bersama industri besar karena memiliki keterhubungan yang jelas dalam proses produksi.
Sebaliknya, kondisi di Indonesia dinilai masih menunjukkan keterpisahan antara usaha mikro dan korporasi besar sehingga peluang kolaborasi dalam rantai pasok belum optimal.
"Di banyak tempat masih terlihat usaha kecil dan perusahaan besar berjalan sendiri-sendiri tanpa keterhubungan yang kuat dalam ekosistem bisnis. Padahal jika terintegrasi, pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih merata," katanya.
Ubah Cara Pandang terhadap Penjaminan dan Asuransi
Dalam upaya memperkuat daya tahan UMKM, IFG melalui Jamkrindo dan Askrindo juga terus memperluas edukasi mengenai pentingnya perlindungan usaha melalui skema penjaminan dan asuransi.
Ibrahim mengakui tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk proteksi keuangan masih belum setinggi produk perbankan seperti tabungan maupun kredit.
Padahal, pelaku UMKM merupakan kelompok usaha yang setiap hari berhadapan dengan berbagai risiko, mulai dari perubahan harga bahan baku, penurunan permintaan pasar, gangguan produksi, hingga kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Karena itu, edukasi terus dilakukan agar pelaku usaha memandang penjaminan dan asuransi sebagai instrumen perlindungan yang mendukung keberlangsungan usaha, bukan sekadar produk keuangan tambahan.
Kesalahan yang Masih Sering Terjadi di UMKM
Selain faktor eksternal, pengelolaan keuangan internal juga menjadi perhatian dalam kegiatan literasi tersebut. Salah satu kesalahan yang paling sering ditemukan pada usaha kecil adalah mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.
Kondisi tersebut dapat menyulitkan pelaku usaha dalam menghitung keuntungan, mengelola arus kas, hingga menilai kesehatan bisnis secara keseluruhan.
Untuk itu, pelaku UMKM didorong mulai menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih profesional melalui sejumlah langkah sederhana, antara lain memisahkan rekening usaha dan rekening pribadi. Kemudian menentukan alokasi dana kas kecil (petty cash) untuk kebutuhan operasional tertentu.
Menetapkan gaji pemilik usaha secara tetap agar tidak mengambil dana usaha secara langsung. Memasukkan biaya penyusutan aset dan kewajiban pajak ke dalam perhitungan biaya operasional.
"Dengan pengelolaan yang lebih tertata, pelaku usaha akan lebih mudah mengukur kinerja bisnis sekaligus menyusun strategi pengembangan usaha ke depan," katanya.
UMKM Jogja Dinilai Siap Berkembang
Sementara itu, Manajer Bisnis 2 Jamkrindo Wilayah Yogyakarta Muhammad Rum menilai pelaku UMKM di DIY memiliki modal sosial yang kuat untuk berkembang lebih besar.
Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi pelaku usaha dalam berbagai program pelatihan dan pendampingan yang selama ini diselenggarakan, terutama pada sektor ekonomi kreatif. "Pelaku UMKM di Jogja menunjukkan minat tinggi untuk mempelajari strategi pemasaran digital, pengembangan produk, hingga penguatan manajemen usaha," katanya dalam diskusi tersebut.
Antusiasme tersebut menjadi indikator positif bahwa UMKM di Yogyakarta memiliki kesiapan untuk meningkatkan skala bisnisnya apabila didukung oleh akses literasi keuangan, pendampingan usaha, serta akses pembiayaan yang memadai. Dengan kombinasi tersebut, upaya mendorong UMKM naik kelas di DIY diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabah Ebola di Kongo makin meluas. Sebanyak 75 tenaga kesehatan terinfeksi dan 17 meninggal. WHO sebut risiko penyebaran tinggi.
Dugaan tindakan represif terhadap seniman saat ARTJOG 2026 menuai protes. Koalisi Artjokes mendesak kebebasan berekspresi dihormati.
AS lolos 32 besar Piala Dunia 2026, Brasil bangkit, Haiti dan Turki tersingkir di laga Grup C dan D, Sabtu 20/6/2026.
Pengesahan 724 calon warga PSHT Karanganyar dikawal 750 personel polisi. Penyekatan dilakukan di perbatasan untuk mencegah rombongan luar daerah.
Pemerintah menyiapkan Rp10,3 triliun untuk program listrik desa 2026. Sebanyak 5.700 desa dan 4.400 dusun masih belum menikmati listrik.
Rekayasa lalu lintas Simpang Kronggahan Sleman mulai berlaku malam ini akibat proyek Tol Solo–Jogja. Simak jadwal dan rute pengalihannya.