Begal Payudara Teror Pelari di Bantul, Polisi Buru Pelaku
Polisi menyelidiki kasus begal payudara terhadap perempuan yang sedang jogging di Bambanglipuro, Bantul. Pelaku masih diburu.
Panitia mengecek kesiapan panggung dan tenda yang digunakan dalam bantul Vreative Expo di Lapangan Parkir Stadion Sultan Agung, Rabu (22/7/2026).
Harianjogja.com, BANTUL—Bantul Creative Expo 2026 menargetkan nilai omzet mencapai Rp2,367 miliar dengan jumlah pengunjung sebanyak 110.000 orang selama pelaksanaan pameran. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan omzet sekitar Rp2,1 miliar dan 97.593 pengunjung.
Bantul Creative Expo 2026 akan digelar selama sembilan hari pada 1-9 Agustus 2026 di Halaman Parkir Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul.
Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan Bantul Creative Expo menjadi salah satu ruang untuk menampilkan potensi produk unggulan daerah sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Bantul Creative Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bantul. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi ruang promosi produk unggulan daerah dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Agus, Rabu (22/7/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menambah durasi kegiatan menjadi sembilan hari. Dengan tambahan satu hari pelaksanaan, rata-rata kunjungan ditargetkan mencapai sekitar 12.200 orang per hari. Sementara itu, target omzet dipatok sekitar Rp263 juta per hari.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMP) Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan pameran tahun ini diikuti 62 stan yang berasal dari berbagai unsur.
Peserta pameran berasal dari perangkat daerah, kapanewon, sekolah menengah, sekolah seni, rumah sakit umum daerah, BUMN/BUMD, perbankan, UKM mitra, binaan pemerintah seperti Dekranasda, HIPMI, asosiasi UMKM, hingga pelaku UMKM lainnya.
“Total ada 62 stan yang akan mengikuti Bantul Creative Expo 2026. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari produk kerajinan, kuliner, fesyen, otomotif, barang elektronik hingga kebutuhan rumah tangga,” kata Prapta.
Prapta menambahkan, target pengunjung dan omzet tahun ini ditingkatkan seiring bertambahnya waktu pelaksanaan kegiatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berlangsung selama delapan hari.
“Target pengunjung dan omzet kami tingkatkan karena tahun ini pelaksanaan berlangsung sembilan hari. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Selain pameran produk unggulan dan UMKM, Bantul Creative Expo 2026 juga akan menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung. Pengunjung dapat mengikuti job fair, seminar pengolahan sampah, festival kuliner, serta pentas seni dan hiburan yang digelar setiap hari.
Beragam hiburan yang disiapkan antara lain tari tradisional, tari modern, live music, tari sanggar, festival pasar malam, hingga festival seni Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki kasus begal payudara terhadap perempuan yang sedang jogging di Bambanglipuro, Bantul. Pelaku masih diburu.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.