Video Viral! Terduga Maling Motor di Ponorogo Dikeroyok Warga
Video viral terduga pelaku curanmor diamuk massa di Ponorogo. Polisi amankan pelaku dan lakukan penyelidikan lebih lanjut.
Masyarakat Magelang menyaksikan bangkai truk pasir yang terjebak di tengah Sungai Pabelan, Dusun Bakalan, Sawangan, Kabupaten Magelang, Senin (13/1/2014). Sedikitnya empat unit truk penambang pasir terseret banjir lahar dingin Merapi yang datang tiba-tiba saat antre memuat pasir di lokasi penambangan aliran Sungai Pabelan. (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)
Harianjogja.com, SLEMAN – Peristiwa tewasnya dua orang di Sungai Gendol, berawal saat alat berat dan belasan truk serta puluhan penambang nekat beroperasi di Kaliadem pada Minggu (19/1). Padahal kawasan itu termasuk dalam zona merah alias tidak boleh ditambang. Sekitar pukul 13.30 WIB kawasan lereng merapi terjadi hujan. Kendati demikian aktifitas penambangan tetap saja berjalan di dalam 'cawan raksasa' dengan kedalaman sekitar 50 meter dari bibir bagian atas Sungai Gendol itu.
Puncaknya sekitar 30 menit setelah hujan turun, tiba-tiba secara perlahan terjadi aliran deras lahar hujan. Aliran itu membawa material Merapi seperti batu dan pasir. Para penambang serta yang mengoperasikan alat berat dan truk di dalam Sungai Gendol pun berusaha menyelamatkan diri. Kendati demikian satu truk dan satu alat berat tergerus aliran lahar hujan.
Mereka terjebak karena sopir alat berat saat mengoperasikannya di dalam sungai sedang tidak membawa Handy Talki (HT). Sehingga tidak mengetahui adanya informasi aliran lahar hujan. Sopir alat berat bernama Nur Kholis warga Srumbung Magelang berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka di kedua kakinya.
"Informasinya sopir backhoe tidak membawa HT, biasanya kalau ada lahar bisa dikomunikasikan," terang Kepala Desa Kepuhharjo, Cangkringan, Heri Suprapto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (19/1/2014).
Sementara apes bagi kedua korban tewas. Saat lahar hujan mulai menerjang, sopir truk, Hartono berada di dalam kabin. Sedangkan Kernet, Edi, berada di kepala bagian atas truk tersebut. Saat berusaha menyelamatkan diri, Hartono sempat pingsan. Sedangkan Edi yang juga berusaha menyelamatkan diri kemudian terseret lahar hingga ditemukan tewas.
"Sopirnya pingsan, keduanya mau ditolong sudah tidak memungkinkan," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ganasnya aliran lahar hujan di hulu sungai Gendol, Merapi kembali memakan korban. Dua orang tewas setelah tergulung derasnya lahar hujan di area penambangan ilegal Dusun Kaliadem, Kepuhharjo, Cangkringan Sleman, Minggu (19/1/2014).
Korban tewas bernama Hartono, 35, merupakan sopir dan Edi, 30, adalah kernet dari truk nopol K 1979 EB yang terjebak aliran lahar. Keduanya merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Kedua korban tengah mengoperasikan truk milik Sunardi warga Purworejo, Cabean, Kudus, Jawa Tengah untuk mengambil pasir Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video viral terduga pelaku curanmor diamuk massa di Ponorogo. Polisi amankan pelaku dan lakukan penyelidikan lebih lanjut.
Ojol demo serentak di Jogja dan 16 kota, tuntut kenaikan tarif hingga UU transportasi online. DPRD DIY siap bahas regulasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.