Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Ilustrasi pupuk bersubsidi (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pertanian (Dispertan) Bantul melakukan realokasi jatah pupuk untuk bulan Januari karena kebutuhan pukuk kimia di lapangan sedang meningkat.
Langkah realokasi dilakukan menyusul kebutuhan pupuk meningkat melebihi jatah yang diatur dalam peraturan bupati (Perbup).
Kepala Seksi Sarana Produksi dan Data Statistik Dispertan Bantul Bimo Ariwibowo mengatakan, langkah realokasi sudah tepat dilakukan sesuai ketentuan manakala ada perubahan kebutuhan pupuk kimia bagi kelompok tani di lapangan.
“Kami melakukan realokasi karena kebutuhan pupuk Januari ini cukup tinggi dari peraturan bupati yang mengatur kebutuhan pupuk tiap bulannya di Bantul. Realokasi ini langkah untuk menghindari kelangkaan pupuk di tingkat pengecer,” kata Bimo, baru-baru ini.
Bimo menampik adanya kelangkaan pupuk yang tengah diperlukan sebagian petani Bantul di tengah musim tanam berlangsung. Di sejumlah wilayah pertanian di Bantul masa tanam petani tidak serentak seperti hanya daerah pertanian tadah hujan.
Ketersediaan air di Bantul mendukung. Saat ini sebagian petani ada yang tengah mulai menanam, masa tengah tanam, bahkan panen.
“Jadi kebutuhan pupuk di lapangan untuk setiap bulan tidak tentu dan ada langkah realokasi dengan menambah jatah pupuk dari jatah bulan lain,” tambah Bimo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.