Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Harianjogja.com, JOGJA-Gerbang pintu keluar-masuk Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah DIY dikembalikan ke sisi selatan yang berada di Jalan Suryatmajan dengan menggusur 24 Kepala Keluarga (KK).
Penataan itu dilakukan dengan maksud untuk merevitalisasi atau mengembalikan Komplek Kepatihan seperti sediakala yang menghadap ke arah Kraton, sekaligus untuk mendukung penataan kawasan pedestrian Malioboro.
Kepala Biro Umum, Humas, dan Protokoler Pemda DIY Sigit Haryanto mengatakan revitalisasi tersebut baru masuk pra-studi kelayakan. Sosialisasi dan pengukuran lahan menjadi bagian dari studi. Dia merencanakan pada 2015, pembebasan sudah dapat dilakukan.
Kata dia, penggusuran akan dilakukan pada bangunan yang berada di sepanjang jalan itu dengan total luas tanah 8.000 meter persegi. Agar wajah perkantoran terlihat, tidak tertutup bangunan lain.
"Dari ujung barat Jalan Malioboro sampai Jalan Mataram," ujar dia, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2014).
Di sepanjang jalan satu arah tersebut, terdapat rumah, bangunan pertokoan, balai Rukun Warga (RW) 12, hotel, dan taman kanak-kanak. Di ujung timur jalan terdapat Masjid Quwattil Islam.
Menurut Sigit, status tanah di daerah itu sebagian Sultan Grond (SG) dan lainnya berstatus hak guna bangunan karena dipakai oleh orang nonpribumi.
Akan ada ganti rugi untuk pembebasan lahan yang besarannya bakal dihitung oleh tim apraisal. Namun untuk masjid, kata dia, akan ada pembicaraan khusus karena berada di tanah kasultanan.
"Kalau dilihat dari tembok batas Pemda, lahan masjid tidak akan terkena semua," kata dia.
Pintu Gerbang di sisi selatan itu sampai sekarang ini masih ada. Namun hanya satu yang berfungsi sebagai pintu keluar dengan dijaga petugas Satpol PP, sedangkan pintu lainnya ditutup dengan seng. Sigit tak mengetahui pasti, kapan beralihnya pintu masuk Komplek Kepatihan di Jalan Margo Mulyo (Jalan Malioboro).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.