KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemilih pemula diimbau menjadi pemilih cerdas, sebab hak suara mereka berperan dalam menentukan kesuksesan Pemilu 2014. Jumlah daftar pemilih tetap yang tercatat di KPU DIY berjumlah 2,7 juta orang dan diperkirakan 16% sampai 20% merupakan pemilih yang baru pertama kali mengikuti ajang pesta demokrasi.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Humas KPU DIY, Farid Bambang Siswanto, menuturkan, pemilih cerdas adalah pemilih yang tidak sekadar menerima masukan dari satu pihak, tidak apolitik, fanatik, maupun pasif.
“Menjadi pemilih cerdas berarti mengendepankan rasio sehingga gembar-gembor juru kampanye pun harus diamati,” ujarnya di sela-sela sosialisasi kepada pemilih pemula di SMK Maarif Wates, Rabu (29/1/2013).
Menurutnya, pemilih dapat melihat calon legislatif (caleg) yang paling baik. Indikatornya, jujur dan punya jiwa sosial dan dapat dicermati apakah caleg tersebut melakukan money politic atau tidak dalam kampanyenya. Memilih untuk partai dan caleg bukanlah hal sulit karena hanya menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemilih.
Dijelaskannya, sosialisasi kepada pemilih pemula dapat meminimalkan jumlah goplut atau orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. Berdasarkan catatannya, Farid menyebutkan, jumlah golput dari pemilu 1999 hingga 2009 mengalami peningkatan signifikan. Pada 1999, jumlah golput hanya 8%, sementara di 2004 bertambah menjadi 16%, dan terakhir, 2009 sejumlah 28%.
“Golput merupakan penyikapan yang salah karena berarti memberikan kesempatan kepada orang yang sebetulnya kurang layak untuk menjadi pemenang,” tukasnya.
Salah satu peserta sosialisasi, Satino, 17, siswa kelas XII SMK Maarif, mengatakan, tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dalam pemilu mendatang. “Saya tidak punya pikiran untuk golput karena berarti merugikan diri sendiri,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Job fair khusus disabilitas digelar di BLK Wates, Kulonprogo, 27 Agustus 2026. Sebanyak 10 perusahaan membuka 161 posisi pekerjaan.
Mantan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Dwijo, mendorong Taman Budaya Sleman menjadi pusat informasi komprehensif potensi budaya.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.