Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi topi perlambang wibawa polisi. (JIBI/Solopos.com/Dok.)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Seorang anggota Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Drajat, dipecat dari kepolisian karena melakukan sejumlah pelanggaran.
Kepala Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi Faried Zulkarnaen menyatakan, pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) atau pemecatan salah satu anggotanya merupakan peristiwa terburuk baginya dan kedinasannya.
“Ini suatu peristiwa buruk bagi saya pribadi maupun secara dinas, karena saya harus memberhentikan anggota secara dengan tidak hormat.” Kata Faried saat memimpin upacara pemecatan Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Drajat, Kamis (30/1/2014) di Halaman Mapolres Gunungkidul.
Aiptu Drajat dipecat karena meninggalkan tugas selama 30 hari berturut-turut. Selain bolos dalam waktu yang lama bintara yang bertugas di bagian Seksi Pengawasan Polres Gunungkidul ini juga terlibat perselingkuhan dan kasus penganiayaan.
Faried berharap pemecatan Aiptu Drajat menjadi pelajaran bagia semua anggota Polres Gunungkidul. "Semoga ini yang terakhir dan tidak ada lagi Aiptu Drajat lainnya," kata Faried.
Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Inspektur Polisi Dua (Ipda) Ngadino mengungkapkan, dalam sidang kode etik kepolisian yang digelar pada Desember tahun lalu, Aiptu Drajat telah melakukan pelanggaran yang sangat berat, yang tidak pantas dilakukan sebagai anggota Polri.
Drajat telah melakukan tindakan penganiayaan pada 2002 lalu. Ia juga berselingkuh pada 2009 lalu dan telah melakukan penipuan hingga diganjar 1,5 bulan penjara oleh pengadilan.
“Yang bersangkutan [Drajat] sudah tidak bisa lagi dibina dan tidak layak dipertahankan sebagai anggota Polri,” ucap Ngadino.
Ngadino mengatakan, upacara pemecatan tidak dihadiri oleh Drajat tanpa alasan yang jelas. Namun demikian pemecatan tersebut tetap sah sesuai dengan Surat Keputusan Kapolda DIY 24/1/2014 pada 20 Januari lalu dan Peraturan Kepolisia RI (PPRI) nomor 1/2003.
Prosesi upacara pemecatan diwakilkan oleh anggota Provos yang menyerahkan baju dinas harian polri kepada kapolres. Kemudian kapolres kembali menyerahkan baju batik sipil untuk diserahkan kepada Drajat atau keluarganya sebagai simbol Drajat kembali menjadi masyarakat sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma