Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Siswa berkebutuhan khusus kelas V, Faris didampingi Guru Pendamping Kelas (PGK), Anita mengikuti pelajaran matematika di SD Negeri Petoran, Jebres, Rabu (29/1). Di sekolah tersebut terdapat 32 siswa inklusi dengan tiga GPK, sehingga guru kelas harus memberi perhatian yang lebih terhadap siswa inklusi untuk menunjang proses belajar-mengajar.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia (HWPCI) Gunungkidul Ngatini mengungkapkan kesetaraan pendidikan untuk kaum disabilitas belum berjalan optimal. Dari ratusan sekolah inklusi yang ada, baru dua yang sudah menjalankan.
“Baru Sekolah Dasar Negeri 3 Karangmojo dan Sekolah Menengah Pertama Ekakapti Karangmojo,” ungkap Ngatini di sela-sela acara advokasi pendidikan inklusi yang menyeluruh di Gedung Legium Veteran Republik Indonesia Cabang Gunungkidul, Desa Siyono, Kecamatan Playen, Rabu (5/2/2014).
Gunungkidul padahal memiliki 243 sekolah inklusi yang sudah mendapat Surat Keputusan Bupati Gunungkidul, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas. Akibat belum optimalnya penerapan sekolah inklusi di Gunungkidul, kaum disabilitas belum sepenuhnya bisa mengakses pendidikan umum.
Ketua Organisasi Sosial Penyandang Cacat (OSPC) Gunungkidul Yuniarto menambahkan belum berjalannya pemerataan pendidikan karena minimnya sosialisasi.
Diperlukan peran dari orangtua penyandang disabilitas, anak berkebutuhan khusus, penyelenggara pendidikan dan pemerintah untuk menyamakan persepsi, saat ini semua sekolah sama, tidak ada yang membeda-bedakan.
Meski belum bisa merinci data penyandang diasabilitas di Gunungkidul namun menurnya ada sekitar 8.000 orang yang sebagian besar anak usia sekolah. Mereka sebagian besar masih terpaku pada sekolah luar biasa.
“Forum advokasi merumuskan rekomendasi untuk pemerintah dan penyelenggara pendidikan soal sekolah inklusi,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Sugiyanto mengakui sekolah inklusi belum berjalan optimal dan Disdikpora terus berupaya agar kesetaraan pendidikan berjalan dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ribuan perempuan lajang di AS memanfaatkan Piala Dunia 2026 sebagai ajang mencari jodoh internasional. Simak fenomena unik di balik pesta sepak bola dunia ini.
Cara cek saldo e-Toll di HP pakai NFC dengan mudah, praktis, dan hanya dalam hitungan detik.
22 Juni 2026 diperingati sebagai HUT Jakarta ke-499 dan Hari Hutan Hujan Sedunia yang menyoroti sejarah serta lingkungan.
Ramalan zodiak pekan 22–28 Juni 2026 saat Jupiter bersiap memasuki Leo, membawa perubahan pada cinta, karier, dan keuangan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling pada Senin 22 Juni 2026.