3.000 Sekolah di DIY dalam Ancaman Bencana

Rima Sekarani
Rima Sekarani Sabtu, 08 Februari 2014 17:25 WIB
3.000 Sekolah di DIY dalam Ancaman Bencana

ujian SD (ilustrasi)

Harianjogja.com, SLEMAN-Berdasarkan data BPBD DIY, terdapat 3.000 sekolah yang berada dalam ancaman bencana.

Setiap tahun, BPBD berencana mengembangkan lima Sekolah Siaga Bencana (SSB) yang akan diselaraskan dengan Desa Tangguh Bencana.

SMK Muhammadiyah Cangkringan, SMP Negeri 2 Cangkringan, SD 2 Umbulharjo, SMK Nasional Berbah, dan SMK Muhammadiyah Pakem telah dicanangkan sebagai SSB di Sleman.

Pencanangan dilakukan dengan berdasarkan pada kemungkinan risiko bencana yang dihadapi. "SD Umbulharjo misalnya, menjadi Sekolah Siaga Bencana tempatnya paling tinggi dan dekat dengan Puncak Merapi," kata Heri Siswanto.

Khusus Sleman, materi sosialisasi yang diberikan adalah seputar wawasan mengenai mitigasi erupsi merapi dan banjir lahar dingin. Melalui Heri Siswano, dalam menghadapi sekian potensi bencana di DIY, BPBD mengajak partisipasi dari lembaga swasta.

"Kami membuka lebar kesempatan bagi berbagai LSM maupun NGO untuk mengatasi persoalan bencana melalui program CSR-nya," tuturnya.

Kepala BPBD Sleman, Julisetiono Dwi Wasito, mengatakan secara umum masyarakat Sleman khususnya sudah siap menghadapi situasi bencana.

"Pemahaman warga terhadap risiko bencana di wilayah Sleman sudah baik, hanya saja perlu ditingkatkan lagi mengenai ancaman-ancaman bencana di Sleman," paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online