SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sepi, sempit dan sumpek, itulah perasaan yang diungkapkan para pedagang pasar tradisional Semin yang sudah menempati pasar darurat pascakebakaran hebat yang melalap habis pasar tersebut akhir tahun lalu.
Meski pasar darurat sudah bisa ditempati, namun sebagian besar pedagang belum menempatinya dengan alasan tidak leluasa berjualan. Mereka lebih memilih kios-kios di samping lokasi kebakaran yang masih utuh.
Suwarsih, salah satu pedagang sayuran dan sembako mengaku saat ini menempati kios sebelah selatan pasar. Untuk menempati kios itu dia menyewa dengan harga Rp7 juta setahun dengan uang pinjaman dari bank.
Suwarsih enggan menempati kios darurat karena yang disediakan hanya satu petak dengan ukuran satu kali satu meter persegi.
“Tempatnya sempit dan sumpek,” ucap dia, Minggu (9/2/2014).
Suwarsih mengaku membutuhkan lahan jualan seluas sembilan meter persegi. Sebelum bencana kebakaran yang menghabiskan kios berikut dagangannya, Suwarsih memiliki enam los, setiap losnya berukuran tiga kali tiga meter persegi. Kerugian akibat kebakaran yang dia alami juga mencapai Rp200 juta.
Selain sempit dan sumpek, pasar darurat juga jarang pembeli berdatangan karena adanya pedagang yang menempati bagian depan Pasar Semin. Ia berharap pemerintah menertibkan pedagang depan pasar agar pembeli masuk ke dalam pasar.
“Seharusnya pedagang depan dimasukkan ke dalam semua jadi pasar darurat bisa ramai pembeli,” kata Suwarsih.
Perasaan yang sama juga diungkapkan Riyanto, pedagang jajanan pasar. Dia belum siap menempati pasar darurat karena sudah menyewa kios selama tiga bulan.
Riyanto khawatir pelanggannya pergi jika ke pasar darurat karena kondisinya masih sepi. “Kurang leluasa menyimpan barang dagangan di pasar darurat itu,” kata dia.
Sementara Riyani, pedagang pakaian baru akan segera menempati pasar darurat Rabu (12/2/2014) mendatang. Dia harus menempati pasar darurat itu karena tidak memiliki pilihan lain untuk berjualan.
Hutang bank yang harus diangsur per bulan menyebabkan dia tidak bisa berlama-lama istirahat berjualan. “Harapannya pemerintah memindahkan semua pedagang ke dalam pasar darurat supaya ramai,” harap Riyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian naik pada 11 Oktober 2026. Simak daftar harga jual dan buyback semua ukuran.
Feyenoord mengalahkan AZ Alkmaar 2-0 dan kembali ke puncak Liga Belanda, sedangkan Ajax ditahan NEC Nijmegen dengan skor 1-1.
Mensos Saifullah Yusuf menyebut data bansos semakin baik. Kemensos memperluas digitalisasi dan membuka pendaftaran melalui jalur pemerintah serta partisipasi ma
Malaysia menaikkan upah minimum menjadi 2.000 ringgit atau sekitar Rp8,75 juta per bulan mulai Juni 2027, dengan pengecualian bagi UMKM tertentu.
Video dugaan perundungan mahasiswa baru Telkom University viral di media sosial. Kampus menyatakan kasus ditangani sesuai ketentuan.