Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Lambatnya proses penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) baru di Kepolisian Resort Gunungkidul disebabkan kurangnya alat produksi. Hal tersebut juga menyebabkan antrian pemohon SIM.
Data di bagian urusan SIM Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul hanya ada satu unit alat produksi SIM. Alat tersebut memproduksi SIM perhari rata-rata 150-250 per hari. Sementara petugas pelayanan SIM ada 9 orang dari mulai pelayanan pendaftaran awal, bagian ujian teori dan ujian praktek, serta petugas foto.
Kepala Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi Faried Zulkarnaen mengatakan, kekurangan alat produksi SIM sedikit mempengaruhi lambatnya pelayanan SIM, khususnya untuk pemohon SIM baru.
Faried mengaku sudah menyampaikan kekurangan alat produksi ke Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, namun hingga kini belum dipenuhi. “Kita sudah mengajukan penambahan alat. Dengan bertambahnya alat produksi nanti otomatis ada penambahan juga petugas pelayanan SIM,” kata Faried.
Kepala Bagian Urusan SIM Ajun Inspektur Polisi Satu Slamet Riyanto menambahkan, yang membuat lama pelayanan SIM adalah untuk pemohon baru karena harus melalui berbagai tahapan, yang jika tahapan itu tidak terpenuhi maka harus mengulang. “Kalau untuk perpanjangan SIM tidak sampai dua jam selesai,” tegas Slamet.
Slamet mengemukakan, pemohon SIM di Gunungkidul termasuk tinggi. Tahun ini hingga pertengahan Februari sudah ada 3.000 pemohon dan perpanjangan SIM. Sementara tahun lalu tercatat 35.000 pemohon SIM.
Tingginya animo masyarakat untuk membuat SIM, membuat Polres Gunungkidul juga menyediakan kendaraan pelayanan SIM yang akan mulai dilakukan akhir bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.