Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Harianjogja.com, BANTUL- Dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud, aktifitas sekolah di Bantul diliburkan.
Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul, Totok Sudarto menyatakan, sekolah diliburkan sementara pada Jumat (14/2/2014). Belum dapat dipastikan sampai kapan libur akan berlangsung.
"Kami dapat instruksi dari Bupati, saya juga telepon ke Dinas Pendidikan DIY untuk langkah ke depan. Jadi sementara diliburkan," ujarnya.
Keputusan meliburkan sekolah karena dikhawatirkan abu pekat yang menyelimuti DIY dapat mengganggu kesehatan para pelajar. "Karena itu kami himbau anak-anak belajar di rumah saja. Jangan ke luar rumah dan pakai masker," imbuhnya.
Informasi libur sekolah disampaikan lewat pesan singkat maupun telepon. Meski demikian tidak sedikit, pelajar yang kecele atau terlanjur berangkat ke sekolah lantaran tidak tahu bahwa sekolah libur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.