Ikan Asin Berformalin dan Boraks Ditemukan di Dua Pasar Kulonprogo
Satpol PP Kulonprogo menemukan ikan asin berformalin, boraks, serta puluhan jamu dan kosmetik tanpa izin edar dalam operasi gabungan di Pasar Glaheng dan Pasar
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO— Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mencatat minat masyarakat terhadap madrasah di Kabupaten Kulonprogo tetap tinggi. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo menyebut mayoritas madrasah negeri di semua jenjang berhasil memenuhi sebagian besar daya tampung, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), hingga Madrasah Aliyah Negeri (MAN).
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa madrasah masih menjadi pilihan pendidikan yang diminati masyarakat di Kulonprogo pada tahun ajaran baru.
MAN 2 Kulonprogo Catat Penerimaan Siswa Terbanyak
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kulonprogo, Dwi Putranto, mengatakan seluruh Madrasah Aliyah Negeri di Kulonprogo memperoleh siswa baru dalam jumlah ratusan.
MAN 2 Kulonprogo menjadi madrasah dengan penerimaan siswa terbanyak, yakni 238 siswa. Selanjutnya, MAN 1 Kulonprogo menerima 173 siswa, sedangkan MAN 3 Kulonprogo memperoleh 133 siswa.
Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah Negeri, jumlah siswa baru juga bervariasi di setiap sekolah.
"MTsN 1 Kulonprogo 160 siswa, MTsN 2 Kulonprogo 128 siswa, MTsN 3 Kulonprogo 79 siswa, MTsN 4 Kulonprogo, 94 siswa, MTsN 5 Kulonprogo 63 siswa, MTsN 6 Kulonprogo 128 siswa," ujar Dwi Putranto saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
MIN 3 Kulonprogo Hanya Raih Tujuh Siswa
Sementara itu, pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah Negeri terdapat perbedaan jumlah peserta didik baru yang cukup mencolok.
MIN 1 Kulonprogo menerima 56 siswa, MIN 2 Kulonprogo memperoleh 28 siswa, sedangkan MIN 3 Kulonprogo hanya mendapatkan tujuh siswa pada SPMB 2026.
Meski demikian, secara umum Kemenag Kulonprogo menilai keterisian siswa di madrasah negeri masih tergolong baik dan mendekati kapasitas yang tersedia.
Kemenag Nilai Madrasah Kian Dipercaya Masyarakat
Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil, menilai hasil SPMB tahun ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sebagai lembaga pendidikan.
Menurutnya, madrasah kini mampu bersaing dengan sekolah umum sehingga semakin banyak orang tua menjadikannya sebagai pilihan utama bagi pendidikan anak.
“Masyarakat yakin bahwa dengan menyekolahkan anak-anak mereka ke madrasah akan terhindar dari berbagai perilaku negatif. Data dari pihak Kepolisian, bahwa dalam program pembinaan remaja kelebihan energi, siswa madrasah tercatat nihil,” ujar Wahib.
Ia menambahkan keberhasilan tersebut perlu diiringi dengan upaya evaluasi dan peningkatan kualitas pendidikan di setiap madrasah.
“Madrasah terbukti mampu menanggulangi berbagai pengaruh negatif. Terima kasih atas dukungan, partisipasi, sinergi, dan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan madrasah. Namun demikian kita juga harus terus melakukan evaluasi dan mitigasi terhadap kondisi madrasah masing-masing,” imbuh Wahib.
Dengan capaian SPMB 2026 tersebut, Kemenag Kulonprogo berharap kualitas layanan pendidikan madrasah terus meningkat sehingga mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Kulonprogo menemukan ikan asin berformalin, boraks, serta puluhan jamu dan kosmetik tanpa izin edar dalam operasi gabungan di Pasar Glaheng dan Pasar
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
Dewi Mlayu Deso 2026 digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, menghadirkan sport tourism, fun run, fun walk.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.