Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Harianjogja.com, JOGJA-Jumlah pasien kelas III di RSUD Kota Jogja naik. Sejak diberlakukannya Kartu BPJS Kesehatan awal tahun ini, pasien di rumah sakit itu terus meningkat. Hanya, jumlahnya tak terlalu signifikan dan masih dalam batas kewajaran.
"Semua masih dapat ditangani, sedangkan dari sisi rawat inap, juga ketersediaan kamar masih mencukupi," kata Direktur RSUD Kota Jogja, Tuty Setywati baru-baru ini.
Dia membenarkan, jika RSUD menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Kota Jogja untuk pasien BPJS Kesehatan. Meski demikian, saat ini jumlah lonjakan masih dalam tahap kewajaran sehingga semua pasien dapat ditangani.
"Ada tapi jumlahnya tidak meningkat drastis," ungkapnya.
Berdasarkan data dari RSUD Kota Jogja, jumlah pasien di kelas III pada Januari lalu mencapai 1.994 pasien, sedangkan jumlah pasien di periode yang sama tahun sebelumnya hanya 1.979 pasien. "Semua pasien dapat terlayani, baik yang rawat jalan ataupun rawat inap," paparnya.
Dia menjelaskan, mayoritas pasien menderita hipertensi dan diabetes militus. Hampir separuh pasien menderita keluhan darah tinggi dan gula. Rinciannya, 717 merupakan pasien penderita diabetes militus, dan 575 orang menderita hipertensi.
"Untuk yang rawat jalan, pasien hipertensi sebanyak 23 orang, sedangkan penderita diabetes militus mencapai 13 pasien," papar dia.
Kondisi berbeda terlihat untuk pasien di kelas I dan kelas III, karena jumlah pasiennya cenderung menurun. Untuk pasien kelas II, Januari tahun lalu pasiennya berjumlah 1.192 orang, namun untuk tahun ini menjadi 887 pasien.
"Kondisi ini juga terjadi untuk pasien kelas I, dari 414 pasien menjadi 219 pasien," sebut, Tuty, sapaan akrabnya.
Ditegaskannya, pihaknya berjanji siap memberikan pelayanan kepada semua pasien, baik itu peserta BPJS kesehatan atau bukan, mereka akan tetap ditangani sesuai dengan standar yang diberlakukan.
"Yang paling penting adalah langkah penanganannya. Sedang untuk pembiayaannya akan kita lihat kartu pengenalnya kalau dari Kota, maka pembiayaannya akan kami klaimkan melalui Jamkesda," papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.