Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
JIBI/Harian Jogja/dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Budi Martono mengakui banyak tanah di Gunungkidul yang sudah berpindah tangan kepada para pemilik modal seiring dengan menggeliatnya kunjungan wisatawan ke Gunungkidul.
Budi juga mengaku banyak yang berinvestasi di wilayah pesisir pantai selatan namun hingga kini belum ada yang terbangun sesuai dengan perjanjian.
“Banyak memang yang mengatasnamakan investor tapi tidak ada yang menetas [tidak membuahkan hasil]. Patut kita curigai dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk bisnis,” kata Budi, Kamis (20/2/2014).
Budi mengatakan, dalam waktu dekat, Pemkab Gunungkidul akan mendata kembali tanah-tanah lahan yang sudah dikuasai orang yang mengatasnamakan investor.
Selanjutnya, Pemkab akan membuat peraturan bupati untuk mengatur prinsip pemanfaatan lahan yang dibeli investor. “Kalau perlu kita buatkan Perdanya nanti,” Tandas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Keterkaitan Boy Thohir dengan MGLV tercatat melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25% saham serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.
DPRD DIY meminta DTSEN tidak diterapkan kaku karena data bansos harus diuji dengan kondisi riil warga, termasuk pekerja informal dan pengguna pinjol.
Gus Kikin memastikan tetap menjaga kedekatan dengan PWNU Jatim meski lebih banyak bertugas di Jakarta sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031.
Sultan HB X menyoroti pengelolaan MBG di Sleman, terutama penyimpanan bahan makanan dan waktu memasak setelah 70 siswa diduga keracunan.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi kini berada di Laut Arab menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba 17 September sebelum berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.