BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
(JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Hujan abu vulkanik letusan Gunung Kelud Jawa Timur berdampak tercemarnya pada sumur-sumur warga yang tidak ditutup. Agar tetap bisa diminum, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyarankan warga untuk mencampur air sumur dengan tawas dan gamping dan kaporit.
Menurut Sultan abu vulkanik yang mengandung silika akan berdampak pada kesehatan. “Saya sarankan agar air sumur [yang tercampur abu] dicampur tawas dan gamping biar jernih,” saran Sultan saat meninjau warga miskin penerima bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) bersama Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Dusun Tanjung, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Jumat (21/2/2014)
Saran Sultan ini setelah ia melihat langsung sumur milik Maryanto, 34, yang dipenuhi debu vulkanik karena tidak ada penutupnya. “Secepatnya dicampur dengan tawas terus diendapkan dulu biar jernih dan aman untuk diminum,” kata Raja Kraton Jogja ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, banyak sumur warga di Gunungkidul yang tercemar abu vulkanik karena tidak ditutup.
Untuk memastikan, bahaya penyakit dari air sumur yang tercemar abu, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Senin (25/2/2014) depan akan mengambil sampel air sumur warga.
“Sementra ini sudah banyak warga yang mulai mencampur air sumur dengan tawas dan kaporit,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
WNA Tiongkok KW diamankan Imigrasi Kulonprogo setelah kedapatan mencuri kartu kredit penumpang di pesawat Citilink dari YIA.
BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Kebakaran di Aljazair menewaskan 12 orang. Sebanyak 118 dari 182 kebakaran berhasil dipadamkan, sementara api lainnya masih ditangani.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.