Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Satuan Reserse Kriminal Polres Gunungkidul menangkap Sakiman, 54, di rumahnya di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Sabtu (22/2/2014), pekan lalu. Pria yang mengaku pintar dalam pengobatan alternatif ini diduga mencabuli dua gadis dibawah umur.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Polisi Suhadi mengatakan, peristiwa pencabulan itu terjadi pada Jumat. Kala itu Sakiman mendatangi rumah kedua gadis yang masih berumur 17 dan 18 tahun di salah satu dusun di Kecamatan Wonosari. Kepada kedua gadis itu Sakiman menakut-nakuti ada makhluk halus dalam tubuh kedua gadis itu.
Atas persetujuan kedua kedua orangtua gadis, lanjut Suhadi, Sakiman membawa gadis itu ke ruang pengobatannya di Desa Kepek dengan dalih untuk mengusir makhluk halus. “Dalam pengobatan itu korban diraba-raba bagian tubuh yang sensitifnya,” kata Suhadi, Minggu (23/2/2014) malam.
Menurut Suhadi, dugaan pencabulan itu terbongkar setelah orangtua salah satu gadis berinisial SUS, 39, yang melaporkan ke polisi. Suhadi mengaku masih mengembangkan dugaan pencabulan itu karena dimungkinkan masih ada korban lain.
“Pengakuan pelaku baru kepada dua gadis,” Tegas Suhadi. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.