PEMILU 2014 : KPU Bantul Hentikan Pelipatan Surat Suara

Jum'at, 07 Maret 2014 15:05 WIB
PEMILU 2014 : KPU Bantul Hentikan Pelipatan Surat Suara

Bisnis/Rachman PELIPATAN SURAT SUARA Sejumlah relawan menyortir dan melipat surat suara Pemilu Legislatif 2014 di Kantor Pos Besar Bandung, Jalan Asia Afrika Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/3). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pemilu Legislatif 2014. Sebanyak 250 orang petugas khusus dilibatkan dalam proses tersebut.

Harianjogja.com, BANTUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul terpaksa menghentikan proses pelipatan surat suara di hari ketiga menyusul surat suara untuk DPRD antar daerah pemilihan (Dapil) banyak yang tertukar.

KPU meminta dilakukan pemilahan ulang surat suara yang bercampur agar dipisahkan sesuai dapil.

"Pelipatan tidak bisa dilanjutkan dulu agar kesalahan tidak bertambah fatal," kata Ketua KPU Bantul, Moh Johan Komara, Kamis (6/3/2014).

Johan menemukan kesalahan dalam tahap pelipatan surat suara dimana surat suara untuk dapil empat banyak ditemukan surat suara untuk dapil tiga dan satu.

"Kalau dilanjutkan pelipatan nanti malah repot. Jadi pekerjaan kami alihkan pemilahan dulu supaya surat suara sesuai dengan dapilnya," jelasnya.

Menurut dia, persoalan sebenarnya hanya pada salah masuk. Ia menambahkan setiap satu dus berisi 10 plastik atau totalnya berisi 1.000 lembar surat suara. Namun setelah dicek ditemukan satu plastik salah masuk yang itu surat suara dapil lain.

"Ya mestinya harus makin cermat lagi sebelum melipat surat suara. Ada tulisan dapil masing-masing ditiap surat suara," tambahnya.

Divisi Keuangan dan Logistik KPU Bantul Didik Joko Nugraha optimistis persoalan surat suara tertukar untuk setiap dapil tidak akan merubah target penyelesaian pelipatan.

"Enam dapil tetap harus selesai Senin pekan depan," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online