Bulog Ganti Total Minyakita Bermasalah di Wonogiri
Bulog Surakarta mengganti Minyakita bantuan pangan di Wonogiri dalam 1x24 jam usai laporan bau minyak tanah.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebagian kelompok tani di Kulonprogo tidak mengurangi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk lahan pertanian, sekalipun penyaluran pupuk bersubsidi diperketat oleh Pemkab Kulonprogo.
Untung Raharjo, anggota Kelompok Tani (poktan) Martani Giripeni, Kecamatan Wates, menuturkan, sudah mendapat pemberitahuan tentang pembatasan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat ke daerah, akan tetapi hal ini tidak berdampak bagi kelompok taninya.
“Kami punya daftar rata-rata kebutuhan pupuk untuk tanaman pangan bagi kelompok tani dan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo juga sudah mengetahuinya,” jelasnya, Kamis (6/3/2014).
Disebutkannya, tahun ini kebutuhan pupuk untuk musim tanam (MT) II Kelompok Tani Martani sudah dicantumkan dalam dokumen rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), yakni urea sebanyak empat ton dan NPK sejumlah delapan ton.
Ia mengaku belum mendapat pupuk bersubsidi pada MT II ini, akan tetapi berdasarkan informasi yang diperoleh dari kios, pupuk dapat diambil selama RDKK sudah selesai dibuat.
“Sepertinya tidak ada perubahan alokasi pupuk bersubsidi di poktan kami, sesuai dengan kebutuhan yang tertulis di RDKK,” kata Untung.
Margiono, Ketua Poktan Sogan, Kecamatan Wates, mengatakan, pembatasan pupuk bersubsidi membuat sebagian petani di wilayahnya beralih menggunakan pupuk kandang. Konsekuensinya, petani siap dengan penurunan hasil produksi mengingat pupuk kandang hanya berfungsi sebagai penyubur tanah dan bukan untuk peningkatan produksi, seperti urea, NPK, dan sebagainya.
“Tapi ya bagaimana lagi ketimbang tidak ada produksi sama sekali,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog Surakarta mengganti Minyakita bantuan pangan di Wonogiri dalam 1x24 jam usai laporan bau minyak tanah.
Swiss mengalahkan Kanada 2-1 lewat dua gol cepat babak kedua dan memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup B.
Kawasan kumuh di Kulonprogo masih mencapai 76 hektare. Pemkab menargetkan pengurangan luasan melalui penataan Giripeni dan penyusunan DED kawasan kumuh.
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Festival Layang-Layang Forda DIY 2026 di Imogiri siap meriahkan Bantul dengan tiga kategori lomba dan peserta dari berbagai daerah di DIY.
Pemerintah membantah demo dukung MBG dikondisikan. BGN fokus membenahi tata kelola program dan menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun.